Dior Manta Tambunan
Ilmu Keperawatan, Universitas Murni Teguh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Metode Bermain Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di Ra Nurul Hasanah Percut Sei Tuan Destriany Harefa; Dior Manta Tambunan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan motorik halus anak prasekolah sangat penting dalam meningkatkan keterampilan koordinasi tangan dan mata. Bermain puzzle merupakan salah satu metode yang dapat merangsang perkembangan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Nurul Hasanah. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 54 anak yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Denver Developmental Screening Test II (DDST II) sebelum dan sesudah intervensi bermain puzzle selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perkembangan motorik halus setelah intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar anak berada pada kategori "mulai berkembang," namun setelah intervensi mayoritas anak mencapai kategori "berkembang sesuai harapan" dan "berkembang sangat baik" (p < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa bermain puzzle memiliki dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun dan dapat digunakan sebagai strategi stimulasi di sekolah maupun di rumah. Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menambahkan variabel dengan desain eksperimental perbandingan terapi bermain puzzle dengan meronce, lego ataupun jenga pada anak serta mengukur aspek perkembangan lainnya seperti aspek bahasa dan sosialisasi saat dilakukan terapi bermain yang berbeda.
Pengaruh Edukasi terhadap Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Early Warning System di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital Muharani Azahri; Dior Manta Tambunan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan dalam mengenali kondisi pasien yang memburuk dan intervensi yang diberikan merupakan masalah penting dalam manajemen kesehatan. Sehingga sangat penting untuk mengimplementasikan Early Warning Scoring (EWS) terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai melalui pemberian skor yang akurat, tepat dan skor peringatan dini. Harapan dari EWS adalah untuk memastikan manajemen yang tepat waktu dan tepat pada pasien yang kondisinya memburuk. Tujuan penelitian adalah Untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan Early Warning System di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-eskperimen one-group pretest dan posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang perawat IGD dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon Signed test, ditemukan p = 0,000 (α <0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan EWS sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan EWS sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel seperti faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan EWS di IGD.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Anak Usia 3-6 Tahun Selama Hospitalisasi di Murni Teguh Memorial Hospital Maripa S. Marbun; Dior Manta Tambunan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan kondisi krisis pada anak ketika anak sakit dan harus di rawat di rumah sakit.kemampuan beradaptasi seseorang atau individu itu berbeda-beda sehingga kondisi stres atau kecemasan bisa muncul dan dapat mempengaruhi kesembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak usia 3-6 tahun selama hospitalisasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 54 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data bivariat mengunakan uji chi-square dan analisa data multivariat menggunakan uji manova. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi-square, didapatkan adanya hubungan antara kecemasan dengan jenis kelamin, usia, pengalaman masa lalu, faktor lingkungan dan dukungan keluarga dengan p-value <0,005. Uji manova menjelaskan bahwa ada hubungan antara kecemasan dengan jenis kelamin, pengalaman masa lalu dan dukungan keluarga dengan p-value <0,005. Sebaliknya tidak ada hubungan antara kecemasan dengan usia dan faktor lingkungan dengan p-value >0,005. Maka dapat disimpulkan bahwa ada 3 variabel yang paling berhubungan sangat berarti yaitu jenis kelamin, pengalaman masa lalu dan dukungan keluarga, sementara hubungan yang paling tumpul adalah usia dan faktor lingkungan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel ketakutan anak, interaksi ibu-anak, dan perilaku caring perawat.
Hubungan Dukungan Keluarga Anak dengan Kualitas Hidup Anak Penderita Thalasemia di Rumah Sakit Swasta ”X” Kota Medan Dior Manta Tambunan; Rustianna Tumanggor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup anak thalesemia sangat penting dalam proses tumbuh kembang agar anak thalasemia dapat menjalankan tugasnya dalam kehidupannya seperti anak normal sesuai usianya. Keluarga merupakan support system yang signifikan dalam kehidupan anak penderita thalassemia terutama dalam pengobatannya yang salah satunya adalah transfuse darah. Penurunan kualitas hidup anak penderita thalasemia dapat dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga anak dengan kualitas hidup anak thalasemia di Rumah Sakit Swasta “X” Kota Medan”. Metode penelitian ini adalah penlitian kuantitatif jenis korelasi dengan desain Cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling sebanyak 40 orang anak penderita Thalasemia pada bulan Juni-Desember 2025. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan Kuesioner dukungan keluarga anak dan Kuesioner Kualitas Tidur Anak. Analisis data bivariat menggunakan uji parametrik korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anak penderita Thalasemia mendapatkan dukungan keluarga penuh dengan kategori Positif sebanyak 40 responden (100%). Sementara Kualitas Hidup anak, mayoritas dalam kategori kurang sebanyak 23 responden (57,5%) dan disusul kategori cukup sebanyak 16 responden (40%). Uji Speraman Rho menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel dukungan keluarga anak dengan kualitas hidup anak dengan nilai p = 0,136 (α >0,05), demikian dapat disimpulakan bahwa terdapat korelasi negatif sangat lemah antara dukungan keluarga anak dengan kualitas hidup anak, dikarenakan correlation coefficient = -0,240, yang artinya hubungan kedua variabel tidak searah. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dukungan keluarga anak dengan kualitas hidup anak penderita thalasemia di Rumah Sakit Swasta "X" Kota Medan. Direkomendasikan pada peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak penderita thalassemia.