Perkembangan motorik halus anak prasekolah sangat penting dalam meningkatkan keterampilan koordinasi tangan dan mata. Bermain puzzle merupakan salah satu metode yang dapat merangsang perkembangan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Nurul Hasanah. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 54 anak yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Denver Developmental Screening Test II (DDST II) sebelum dan sesudah intervensi bermain puzzle selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perkembangan motorik halus setelah intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar anak berada pada kategori "mulai berkembang," namun setelah intervensi mayoritas anak mencapai kategori "berkembang sesuai harapan" dan "berkembang sangat baik" (p < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa bermain puzzle memiliki dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun dan dapat digunakan sebagai strategi stimulasi di sekolah maupun di rumah. Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menambahkan variabel dengan desain eksperimental perbandingan terapi bermain puzzle dengan meronce, lego ataupun jenga pada anak serta mengukur aspek perkembangan lainnya seperti aspek bahasa dan sosialisasi saat dilakukan terapi bermain yang berbeda.
Copyrights © 2025