Abdul Putra Ginda Hasibuan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Rokania

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tantangan dan Strategi Pendidikan Karakter bagi Generasi Alpha Dikelas 3 SD Shinta Maharani; Maymah Putri; Sinta Sinta; Pidatul Jannah; Abdul Putra Ginda Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di abad ke-21 menekankan keseimbangan antara penguasaan kognitif dan pembentukan karakter, yang sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini berfokus pada implementasi pendidikan karakter bagi Generasi Alpha, khususnya siswa kelas 3 SD, yang merupakan fase kritis perkembangan logika dan interaksi sosial. Generasi Alpha yang lahir dan besar di lingkungan digital memiliki karakteristik unik: mereka cakap dalam hal visual-spasial namun rentan terhadap distraksi, memiliki rentang perhatian pendek, serta berpotensi mengalami defisit keterampilan sosial-emosional. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis tantangan dan strategi pendidikan karakter yang efektif. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan utama seperti tingginya distraksi dari gawai, lemahnya keterampilan empati dan resolusi konflik, serta paparan nilai yang tidak terfilter dari internet. Sebagai respons, penelitian ini menawarkan strategi inovatif, yaitu: (1) mengintegrasikan teknologi melalui gamifikasi dan konten digital imersif, (2) menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk menanamkan tanggung jawab dan kolaborasi, (3) melaksanakan Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) secara eksplisit melalui aktivitas seperti circle time dan role-play, serta (4) membangun kemitraan sinergis antara sekolah dan orang tua melalui platform digital untuk memastikan konsistensi nilai. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan yang adaptif, kreatif, dan memanfaatkan teknologi sebagai mitra merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang menyeluruh dan berkelanjutan bagi Generasi Alpha
Analisis Program Pembiasaan Karakter dalam Meningkatkan Disiplin dan Kerja Sama Siswa di SD 004 Rambah Samo Sindi Widia Astuti; Nur Kholijah Pane; Tia Marlina Dewan Hasibuan; Abdul Putra Ginda Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program pembiasaan karakter dalam meningkatkan disiplin dan kerja sama siswa di SD 004 Rambah Samo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan karakter telah memberikan dampak positif terhadap disiplin dan kerja sama siswa. Program ini telah membantu meningkatkan disiplin siswa dan kemampuan kerja sama mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program adalah komitmen guru dan kepala sekolah, partisipasi siswa, dan dukungan orang tua. Penelitian ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan disiplin dan kerja sama siswa.
Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter di Kelas VI Perspektif Wali Kelas dan Guru Mapel di SD Negeri 007 Rambah Hilir Rahmalia Safitri; Habibah Habibah; Widian Mulyani; Dwi Arzeti; Abdul Putra Ginda Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi pendidikan karakter pada siswa kelas VI dengan meninjau perspektif wali kelas dan guru mata pelajaran. Evaluasi ini berfokus untuk mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian pendidikan karakter yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun budaya sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas dan guru mapel memiliki persepsi yang relatif sejalan mengenai pentingnya pendidikan karakter, terutama terkait kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Namun, ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu integrasi dalam pembelajaran, kurangnya kolaborasi antar guru, serta belum konsistennya instrumen penilaian karakter. Meskipun demikian, praktik baik seperti keteladanan guru dan pembiasaan rutin terbukti efektif dalam membentuk perilaku positif siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter di kelas VI sudah berjalan, tetapi masih memerlukan optimalisasi melalui penyelarasan program, peningkatan koordinasi antar guru, serta penguatan sistem evaluasi karakter.
Strategi Mengatasi Kenakalan Siswa di Kelas 6 SD Negeri 014 Rambah Samo Melalui Pendidikan Karakter Nizwa Berlianta Nasution; Misa Jariani; Susi Susi; Abdul Putra Ginda Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kenakalan siswa sekolah dasar menunjukkan peningkatan baik pada aspek perilaku verbal, nonverbal, maupun sosial. Pada konteks SD Negeri 014 Rambah Samo, guru menghadapi berbagai bentuk kenakalan seperti kurangnya disiplin, perilaku mengganggu di kelas, rendahnya empati, serta resistensi terhadap aturan sekolah. Studi ini bertujuan mengkaji strategi mengatasi kenakalan siswa kelas 6 melalui penerapan pendidikan karakter yang dirancang secara terintegrasi pada proses pembelajaran maupun kegiatan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, mengkaji teori pendidikan karakter dari berbagai ahli serta praktik terbaik dalam pengelolaan perilaku siswa. Analisis berfokus pada tiga substansi utama: (1) penguatan nilai kedisiplinan melalui internalisasi nilai dan pembiasaan; (2) pengembangan empati dan tanggung jawab sebagai pondasi perilaku prososial; dan (3) pembentukan budaya kelas positif melalui kolaborasi guru dan orang tua. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter efektif mengurangi perilaku menyimpang ketika diterapkan secara konsisten, melibatkan keteladanan guru, dan diberikan melalui kegiatan terstruktur seperti program pembiasaan, penegasan aturan kelas, serta teknik komunikasi restoratif. Kesimpulannya, pendidikan karakter merupakan strategi komprehensif yang dapat mengurangi kenakalan siswa bila diterapkan secara sistematis, berkelanjutan, dan didukung lingkungan sekolah serta keluarga.