Amelia Sri Wulansari
Pendidikan Ekonomi, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Patriarki dan Ketimpangan Sosial: Tantangan Realisasi Nilai-Nilai Pancasila Amelia Sri Wulansari; Rathia Aulia Avicenna Az-zahra; Revana Astrina Maulina; Vika Agustin; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena patriarki tetap menjadi isu sosial yang kompleks dan terbentuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sistem patriarki membentuk sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan dan otoritas, sehingga menciptakan ketimpangan peran, hak, serta kesempatan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga , pendidikan, ekonomi , politik, dan budaya. Ketimpangan ini bertolak belakang dengan nilai – nilai luhur Pancasila yang menekankan keadilan sosial, kemanusiaan, serta hak persamaan setiap warga negara. Kondisi sosial tersebut menunjukkan adanya jarak antara nilai – nilai Pancasila dalam bentuk ideal dengan praktik yang berlangsung di masyarakat. Artikel ini bertujuan membahas peran sistem patriarki dalam menciptakan ketimpangan sosial serta tantangan dalam menerapkan nilai – nilai Pancasila secara menyeluruh . Dengan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur, penelitian menemukan bahwa patriarki tidak hanya mempertahankan sistem kekuasaan yang timpang, tetapi juga mencakup prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dampaknya terlihat dari rendahnya partisipasi perempuan di ranah publik, ketidaksetaraan ekonomi, serta marginalisasi sosial yang masih berlangsung. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan upaya rekonstruksi nilai dan budaya berperspektif kesetaraan gender serta penguatan karakter pendidikan yang berlandaskan Pancasila. Selain itu, diperlukan kebijakan publik yang inklusif dan berpijak pada keadilan sosial agar seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dan menikmati hak yang sama. Dengan demikian, penghapusan praktik patriarki merupakan langkah penting dalam merealisasikan cita-cita Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa yang adil, beradab , serta menjunjung tinggi kesejahteraan.
Membongkar Praktik Riba di Balik Kemudahan Fitur Paylater: Perspektif Ekonomi Bisnis Syariah Amelia Sri Wulansari; Rathia Aulia Avicenna Az-zahra; Revana Astrina Maulina; Hamdan Ardiansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39704

Abstract

Perkembangan teknologi finansial yang pesat telah melahirkan berbagai inovasi pembayaran digital, salah satunya fitur PayLater yang kini digunakan secara masif oleh masyarakat Indonesia tanpa disertai pemahaman yang memadai mengenai implikasi hukumnya dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik PayLater pada platform digital dan mengidentifikasi unsur riba di dalamnya berdasarkan perspektif ekonomi bisnis syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yaitu mengumpulkan dan mengkaji data dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, regulasi, dan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai mekanisme PayLater dan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme PayLater pada umumnya mengandung unsur riba nasi'ah karena adanya tambahan biaya berupa bunga dan denda keterlambatan yang dipungut atas penundaan pembayaran utang. Selain itu, ditemukan pula ketidakjelasan akad (gharar) dalam struktur perjanjian yang tidak sepenuhnya transparan kepada pengguna. Beberapa platform PayLater berbasis syariah telah berupaya menerapkan akad murabahah dan ijarah, namun implementasinya masih perlu pengawasan lebih ketat dari otoritas syariah. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan landasan edukasi bagi masyarakat dan mahasiswa ekonomi syariah untuk lebih kritis dan selektif dalam memanfaatkan layanan keuangan digital sesuai prinsip Islam.