Hesi Eka Puteri
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Barat Emira Emira; Hesi Eka Puteri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketenagakerjaan yang masih menjadi salah satu masalah yang belum dapat diselesaikan. Hal tersebut diakibatkan karna jumlah penduduk dan angkatan kerja yang terus meningkat namun tidak di imbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai. Oleh karena itu diperlukan penyediaan lapangan pekerjaan yang besar agar dapat mengimbangi pertumbuhan ekonomi. Salah satu tujuan penting dalam pembangunan ekonomi adalah penyediaan lapangan kerja yang cukup untuk mengejar pertumbuhan angkatan kerja, Permasalahan paling pokok dalam ketenagakerjaan Indonesia terletak pada pertumbuhan angkatan kerja yang tidak berbanding dengan penyediaaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, dan Inflasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelian kuantitatif dengan data yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat. Data yang di peroleh yaitu berupa data Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Inflasi, dan penyerapan tenaga kerja Di Provinsi Sumatera Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari suatu perusahaan (sumber internal), kepustakaan, website BPS dan lainnya yang di olah menggunakan spss 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat, variabel pertumbuhan ekonomi (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat, variabel Upah Minimum (X3) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat dan variabel Inflasi (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat.
Understanding Cash Waqf Intention among Academics: The Role of Financial Literacy as a Moderating Variable Zulkarnaen Zulkarnaen; Asyari Asyari; Hesi Eka Puteri; Aidil Alfin
Islamiconomic : Jurnal Ekonomi Islam Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ijei.v17i1.1410

Abstract

Despite Indonesia’s substantial potential for cash waqf, its realization remains far below expectations, indicating relatively low public interest in participating in cash waqf initiatives. This study aims to examine the effects of attitudes, subjective norms, religiosity, and information media on the intention to participate in cash waqf, with cash waqf literacy positioned as a moderating variable among lecturers of the Faculties of Islamic Economics and Business at State Islamic Religious Universities (PTKIN) in West Sumatra. This research employs a quantitative approach using a survey method. Primary data were collected through questionnaires distributed to 150 lecturers and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. The findings reveal that attitudes, subjective norms, religiosity, and information media significantly and positively influence cash waqf intention. However, cash waqf literacy does not significantly moderate the relationships between these variables and cash waqf intention. These findings contrast with prior studies suggesting that cash waqf literacy plays a significant role in enhancing participation intention. The absence of a moderating effect indicates that the determinants proposed in the Theory of Reasoned Action (TRA) exert a strong and direct influence independently of literacy levels. Practically, the results imply that waqf institutions and nazhir should reconsider their strategic focus by shifting from literacy-based campaigns toward strengthening transparency, trust, and institutional credibility, particularly when targeting academics and upper-middle-class Muslim communities.