Nasywa Qonita
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Etika Komunikasi Interpersonal dalam Menghadapi Fenomena Toxic Relationship di Kalangan Remaja (Studi Kasus di RT 05 / RW 08 Teluk Gong Jakarta Utara) Nasywa Qonita; Liliyana Liliyana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan etika komunikasi interpersonal dalam menghadapi fenomena hubungan toxic relationship di kalangan remaja, dengan studi kasus di RT 05/RW 08 Teluk Gong, Jakarta Utara. Remaja, sebagai individu dalam fase transisi, rentan terhadap tekanan akademik, sosial, dan seksual. Dalam konteks ini, hubungan yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi mental mereka, sehingga etika komunikasi interpersonal yang mencakup prinsip kejujuran, saling menghormati, empati, dan tanggung jawab menjadi sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan menghindari perilaku yang merugikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan toxic relationship sebagian besar ditandai oleh ketidakseimbangan kekuasaan, rasa tidak aman, dan kurangnya komunikasi yang sehat, yang termanifestasi dalam bentuk kekerasan verbal dan fisik, kebocoran, serta pembatasan aktivitas. Remaja cenderung bertahan dalam hubungan ini karena rasa takut, kekecewaan, dan tekanan sosial. Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran diri dan penerapan etika komunikasi interpersonal yang baik, termasuk kejujuran dan keterangan, adalah langkah krusibel bagi remaja untuk mengidentifikasi, mengatasi, dan keluar dari kelas hubungan toxic relationship. Pendekatan ini akan mendorong mereka untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan saling mendukung, berkontribusi pada kesejahteraan dan pertumbuhan pribadi mereka. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi lembaga pendidikan dan orang tua untuk mendukung remaja dalam mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dan menghadapi dinamika interpersonal yang menantang.