Ayuni Fitria Ramadhani
Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Efek Neurofarmakologis Ekstrak Daun Jagung (Zea mays L.) terhadap Parameter Otonom dan Aktivitas Sistem Saraf Pusat pada Mencit Abdul Rohim Saputra; Siti Amaliah IQ Nalda; Andi Farahdiba Aswat; Rezky Auliya Sari; Alyssa Putri Saldi; Ayuni Fitria Ramadhani; Alfina Triwahyuni; Nurul Istiqamah; Andi Utari Prasetya Ningrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek neurofarmakologis ekstrak daun jagung (Zea mays L.) terhadap parameter sistem saraf otonom dan aktivitas sistem saraf pusat (SSP) pada mencit (Mus musculus). Ekstrak daun jagung diperoleh menggunakan metode infusa dan diuji pada tiga konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengujian dilakukan melalui pengamatan respons mencit terhadap delapan parameter neurofarmakologi, meliputi parasimpatomimetik (PSM), parasimpatolitik (PSL), simpatomimetik (SM), simpatolitik (SL), stimulasi SSP (SSSP), depresan SSP (DSSP), analeptik (ANA), serta relaksasi otot (RO). Setiap respons diamati dan dianalisis secara deskriptif–kuantitatif untuk menilai pola kecenderungan efek berdasarkan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jagung memiliki kemampuan memodulasi aktivitas otonom dan SSP, dengan pola efek yang berbeda pada tiap parameter. Secara umum, terlihat kecenderungan aktivitas simpatolitik dan depresan SSP yang lebih dominan pada sebagian besar kelompok perlakuan. Konsentrasi 2% memberikan respons yang paling stabil, terukur, dan konsisten, khususnya pada parameter PSM, SSSP, SL, dan DSSP, sehingga mengindikasikan adanya potensi konsentrasi optimum dalam menghasilkan efek neuroaktif. Sementara itu, konsentrasi 4% memperlihatkan respons yang lebih fluktuatif dan cenderung tidak teratur, yang dapat disebabkan oleh kejenuhan reseptor atau munculnya mekanisme kompensasi fisiologis pada dosis yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jagung (Zea mays L.) memiliki potensi aktivitas neurofarmakologis yang dipengaruhi oleh variasi konsentrasi, terutama dalam menghasilkan efek simpatolitik dan depresan SSP. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif utama, mekanisme aksi spesifik, serta potensi pengembangan sebagai kandidat bahan alam neuroaktif.
Toxicity Evaluation of 98% Ethanol Extract of Shy Plant (Mimosa pudica L.) Herb Against Artemia salina Leach Larvae Using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Haryanto Haryanto; Ririn Arianti; Aidil Adhar; Ayuni Fitria Ramadhani; Wildanah Muthia; Ince Moh. Raffi Zaky; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40674

Abstract

Putri malu (Mimosa pudica L.) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Namun, informasi mengenai tingkat toksisitas ekstrak etanol 98% herba putri malu masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mengevaluasi potensi toksisitasnya sebagai tahap awal pengembangan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol 98% herba putri malu menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan beberapa variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm, 1200 ppm, dan 1400 ppm. Data mortalitas larva diamati setelah inkubasi selama 24 jam dan dianalisis menggunakan metode Reed-Muench serta analisis Probit untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva Artemia salina. Analisis menggunakan metode Reed-Muench menghasilkan nilai LC50 sebesar 927,89 ppm, sedangkan analisis Probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 901,79 ppm. Kedua nilai tersebut berada di bawah 1000 ppm sehingga menunjukkan bahwa ekstrak etanol 98% herba putri malu tergolong aktif secara biologis dan memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina dan Masuk kategori moderat/ toksik sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa herba putri malu berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian fitokimia dan farmakologi.