JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 9 No. 3 (2025): Desember

Evaluasi Efek Neurofarmakologis Ekstrak Daun Jagung (Zea mays L.) terhadap Parameter Otonom dan Aktivitas Sistem Saraf Pusat pada Mencit

Abdul Rohim Saputra (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Siti Amaliah IQ Nalda (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Andi Farahdiba Aswat (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Rezky Auliya Sari (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Alyssa Putri Saldi (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Ayuni Fitria Ramadhani (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Alfina Triwahyuni (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Nurul Istiqamah (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Andi Utari Prasetya Ningrum (Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek neurofarmakologis ekstrak daun jagung (Zea mays L.) terhadap parameter sistem saraf otonom dan aktivitas sistem saraf pusat (SSP) pada mencit (Mus musculus). Ekstrak daun jagung diperoleh menggunakan metode infusa dan diuji pada tiga konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengujian dilakukan melalui pengamatan respons mencit terhadap delapan parameter neurofarmakologi, meliputi parasimpatomimetik (PSM), parasimpatolitik (PSL), simpatomimetik (SM), simpatolitik (SL), stimulasi SSP (SSSP), depresan SSP (DSSP), analeptik (ANA), serta relaksasi otot (RO). Setiap respons diamati dan dianalisis secara deskriptif–kuantitatif untuk menilai pola kecenderungan efek berdasarkan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jagung memiliki kemampuan memodulasi aktivitas otonom dan SSP, dengan pola efek yang berbeda pada tiap parameter. Secara umum, terlihat kecenderungan aktivitas simpatolitik dan depresan SSP yang lebih dominan pada sebagian besar kelompok perlakuan. Konsentrasi 2% memberikan respons yang paling stabil, terukur, dan konsisten, khususnya pada parameter PSM, SSSP, SL, dan DSSP, sehingga mengindikasikan adanya potensi konsentrasi optimum dalam menghasilkan efek neuroaktif. Sementara itu, konsentrasi 4% memperlihatkan respons yang lebih fluktuatif dan cenderung tidak teratur, yang dapat disebabkan oleh kejenuhan reseptor atau munculnya mekanisme kompensasi fisiologis pada dosis yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jagung (Zea mays L.) memiliki potensi aktivitas neurofarmakologis yang dipengaruhi oleh variasi konsentrasi, terutama dalam menghasilkan efek simpatolitik dan depresan SSP. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif utama, mekanisme aksi spesifik, serta potensi pengembangan sebagai kandidat bahan alam neuroaktif.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...