Atika Wasilah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan: Kajian Pustaka Enjelita Hutagalung; Hikmah Sidabutar; Jelita Sitorus; Juli Arihta; Rotua Lumbantoruan; Anggia Puteri; Atika Wasilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen hubungan sekolah-masyarakat merupakan komponen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas pelaksanaan kurikulum, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial yang berinteraksi dengan masyarakat. Hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat dapat dicapai melalui manajemen hubungan masyarakat yang terarah, melibatkan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi strategis. Dukungan masyarakat dalam bentuk partisipasi aktif, baik moral, material, maupun sosial, sangat mempengaruhi kualitas pendidikan. Namun, banyak sekolah menghadapi hambatan seperti komunikasi yang terbatas, kesalahan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang rendah. Penelitian ini membahas pentingnya manajemen hubungan sekolah-masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, karena kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh upaya internal sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranmanajemen hubungan sekolah-masyarakat dalam memperkuat proses pendidikan melalui pendekatan tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengeksplorasi peran manajemen hubungan sekolah- masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi yang terarah, koordinasi sistematis, dan partisipasi aktif masyarakat merupakan komponen penting yang secara langsung mempengaruhi lingkungan pendidikan, kualitas proses pembelajaran, dan prestasi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi sekolah, pembuat kebijakan, dan Masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Analisis Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Aisyah Aditya Lestari Lubis; Fandi Ilham Ramadhan; Mutia Amalia; Nailah Shofiah; Sasmita Sasmita; Atika Wasilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39851

Abstract

Kemampuan menulis karya tulis ilmiah yang baik dan benar merupakan tuntutan penting dalam dunia pendidikan tinggi. Salah satu aspek mendasar yang sering luput dari perhatian adalah ketepatan penggunaan ejaan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan frekuensi kesalahan ejaan bahasa Indonesia dalam karya tulis ilmiah mahasiswa berdasarkan Ejaan Bahasa Indonesia Edisi Kelima (EYD V) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana. Sumber data berupa 10 karya tulis ilmiah mahasiswa yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan kesalahan ke dalam lima kategori: huruf miring, tanda baca, kata baku, unsur serapan, serta singkatan dan akronim. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 226 kesalahan ejaan yang ditemukan, kategori huruf miring mendominasi dengan 97 kesalahan (42,92%), diikuti kata baku 81 kesalahan (35,84%), tanda baca 21 kesalahan (9,29%), singkatan dan akronim 16 kesalahan (7,08%), serta unsur serapan 11 kesalahan (4,87%). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap kaidah ejaan bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama dalam penggunaan huruf miring dan penulisan kata baku. Oleh karena itu, penguatan materi ejaan dalam pembelajaran menulis ilmiah di perguruan tinggi sangat dianjurkan.