Maura Fasha Khairunnisa
Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Pengolahan Minuman Rempah Jahe di Jawa Barat yang Membentuk Identitas Indonesia Adinda Rafif Nabilah; Sitompul Sitompul; Lita Agustin Kristania; Danisha Sahnon Filzah Erdevra Fahrizal; Maura Fasha Khairunnisa; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyoroti peran penting minuman tradisional dalam memperkuat identitas Indonesia. Tujuannya termasuk menganalisis evolusi sejarah resep tradisional asli (pribumi), menilai dampaknya terhadap identitas budaya, dan membangun landasan teori dan kerangka konseptual yang kuat untuk memahami kontribusi jahe dalam memperkuat identitas. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, kami mengumpulkan data primer melalui tinjauan pustaka, termasuk jurnal dan artikel ilmiah. Temuan ini menunjukkan bahwa di tengah maraknya minuman kontemporer, minuman jahe tradisional perlu disegarkan kembali. Interaksi antara tradisi dan inovasi sangatlah penting. Pengembangan produk turunan jahe yang inovatif akan memastikan minuman tradisional tetap relevan dan mencerminkan identitas Indonesia secara global.
Perbedaan Makna Istilah Onde-Onde di Berbagai Daerah dan Pengaruhnya Terhadap Persepsi Konsumen Anak Agung Ayu Canna Chadija; Dzaky Harun Panjaitan; Hamidah Nargis; Kania Widyana Nugroho; Maura Fasha Khairunnisa; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38930

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan makna istilah “onde-onde” di berbagai daerah di Indonesia serta dampaknya terhadap persepsi konsumen. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur dari jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu. Hasil menunjukkan bahwa makna “onde-onde” berbeda secara signifikan antara Jawa dan Sumatera. Di Jawa, onde-onde adalah kue goreng berlapis wijen berisi pasta kacang hijau, sedangkan di Sumatera istilah ini merujuk pada kue ketan rebus berbalut kelapa, yang di Jawa dikenal sebagai klepon. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor budaya, bahasa daerah, sejarah migrasi, dan ketersediaan bahan. Secara semantik, fenomena ini termasuk homonimi geografis. Perbedaan makna tersebut berdampak pada ekspektasi konsumen, potensi miskomunikasi, dan pengalaman konsumsi. Temuan ini penting bagi strategi penamaan dan pemasaran kuliner.