Penelitian ini mengkaji perbedaan makna istilah “onde-onde” di berbagai daerah di Indonesia serta dampaknya terhadap persepsi konsumen. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur dari jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu. Hasil menunjukkan bahwa makna “onde-onde” berbeda secara signifikan antara Jawa dan Sumatera. Di Jawa, onde-onde adalah kue goreng berlapis wijen berisi pasta kacang hijau, sedangkan di Sumatera istilah ini merujuk pada kue ketan rebus berbalut kelapa, yang di Jawa dikenal sebagai klepon. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor budaya, bahasa daerah, sejarah migrasi, dan ketersediaan bahan. Secara semantik, fenomena ini termasuk homonimi geografis. Perbedaan makna tersebut berdampak pada ekspektasi konsumen, potensi miskomunikasi, dan pengalaman konsumsi. Temuan ini penting bagi strategi penamaan dan pemasaran kuliner.
Copyrights © 2026