Winda Kustiawan
Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengelolaan Produksi Siaran di Era Digital: Studi Terhadap Media Radio dan Televisi Winda Kustiawan; Tri Maulidina; Alya Ramadhani Br Ginting; M Naufal Dzakwan Purba; Muhammad Farhan Aulia; Mhd Hafidh Akbar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam industry penyiaran, khususnya pada pengelolaan produksi siaran radio dan televisi. Transformasi ini menuntut media penyiaran untuk beradaptasi dengan pola kerja yang lebih terintegrasi, berbasis teknologi digital, serta berorientasi pada kebutuhan dan perilaku audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep manajemen produksi siaran di era digital, meliputi tahapan pra produksi siaran di era digital, meliputi tahapan pra produksi, produksi, dan pascaprroduksi, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi media penyiaran, khususnya media lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah mengkaji berbagai sumber pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber daring yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi dan konvergensi media mendorong perubahan dalam perencanaan program, struktur kerja tim produksi, serta strategi distribusi konten melalui berbagai platform. Namun, media penyiaran lokal masih menghadapi kendala berupa keterbaasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta tekanan ekonomi akibat persaingan dengan platform digital global. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen produksi yang adaptif, inovatif, dan terintegrasi agar media penyiaran radio dan televisi tetap relevan serta mampu mempertahan eksistensinya di tengah dinamika era digital.
Pengenalan Editing serta Unsur - Unsur Video Diginal Winda Kustiawan; Muhammad Daffa; Rahadian Tri Anggraini; Alya Rahmadhani Br. Ginting; Teguh Pratama; M. Fikri Alhanif; Zulfah Hanum Bahri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40857

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam proses produksi dan distribusi konten audiovisual. Editing digital menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan video yang berkualitas, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan berbagai platform media. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dasar-dasar editing digital serta karakteristik utama video digital yang perlu dipahami oleh mahasiswa, praktisi penyiaran, maupun pembuat konten. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai referensi yang berkaitan dengan editing digital dan teknologi video. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses editing digital mencakup pemilihan perangkat lunak, pengelolaan timeline, teknik cutting dan trimming, penggunaan transisi dan efek visual, pengaturan audio, color correction, color grading, hingga proses rendering dan ekspor video. kualitas video digital dipengaruhi oleh beberapa karakteristik teknis, yaitu resolusi, pixel depth, frame rate, dan aspek rasio. Pemahaman terhadap unsur-unsur tersebut sangat penting untuk menghasilkan video yang memiliki kualitas visual yang baik, mampu menyampaikan pesan secara efektif, serta sesuai dengan perkembangan teknologi media digital saat ini.
Penerapan Kaidah Sinematografi dalam Pengambilan Gambar untuk Meningkatkan Kualitas Visual Produksi Audio Visual: Studi Literatur Winda Kustiawan; Afriana Alawiah AR; Ana Pertiwi Harahap; Lutfyah Azzahra; Wardatul Azmi Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40998

Abstract

Sinematografi merupakan elemen penting dalam produksi audio visual yang berfungsi tidak hanya sebagai teknik pengambilan gambar, tetapi juga sebagai bahasa visual yang mampu menyampaikan pesan, emosi, dan makna kepada audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kaidah-kaidah sinematografi dalam pengambilan gambar serta kontribusinya terhadap kualitas visual produksi audio visual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui kajian berbagai buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi, pencahayaan, sudut kamera, ukuran gambar, pergerakan kamera, kontinuitas, dan editing memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas visual dan efektivitas penyampaian pesan. Kaidah sinematografi juga tetap relevan pada era digital, terutama bagi praktisi perfilman, penyiaran, dan kreator konten digital. Kata kunci: sinematografi, pengambilan gambar, komunikasi visual, produksi audio visual.
Tujuan Format Program dan Kreatif Program Televisi Winda Kustiawan; Tri Maulidina; Alya Dwi Kinanti; Dila Fitria; M Naufal Dzakwan Purba; M Hafidh Akbar; Shadrina Asya Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40999

Abstract

Artikel ini membahas tujuan format program dan kreativitas program televisi sebagai dasar dalam perencanaan, produksi, serta pengemasan tayangan. Pembahasan diarahkan pada pemahaman bahwa format program bukan hanya susunan teknis acara, melainkan juga strategi komunikasi yang menentukan cara pesan disampaikan kepada audiens. Melalui studi literatur, artikel ini menelaah konsep program televisi, jenis format program, kebutuhan produksi, peran tim kreatif, serta pentingnya riset audiens dalam menjaga daya tarik tayangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program televisi yang berkualitas memerlukan kesesuaian antara ide, format, segmentasi penonton, etika penyiaran, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan media digital.
Transformasi Teknik Jurnalistik Televisi dalam Era Penyiaran Digital: Adaptasi Sistem Transmisi Digital dan Produksi Multi-Camera Winda Kustiawan; Shendy Sanjaya; M. Abrar Haq Salam; M. Farhan Aulia; Rafly Surya Dharma; Aprillian Valentiyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41000

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam industri penyiaran televisi, termasuk dalam praktik jurnalistik televisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi teknik jurnalistik televisi dalam era penyiaran digital melalui adaptasi sistem transmisi digital dan penerapan produksi multi-camera. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data sekunder dari buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transmisi digital meningkatkan efisiensi dan kecepatan distribusi berita melalui integrasi proses peliputan dan penyiaran secara real time. Selain itu, produksi multi-camera berkontribusi dalam meningkatkan kualitas visual dan dinamika penyajian berita televisi. Transformasi ini juga mendorong perubahan kompetensi jurnalis televisi yang dituntut untuk memiliki kemampuan teknis dan digital yang lebih luas. Namun, di sisi lain, transformasi digital juga menghadirkan tantangan berupa tekanan kecepatan produksi, kompetisi media, serta kebutuhan verifikasi informasi yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi jurnalistik televisi di era digital merupakan proses yang kompleks yang mencakup aspek teknologi, produksi, dan kompetensi sumber daya manusia.