Mujiburrahman Mujiburrahman
Pendidikan Agama Islam, Institut Islam Mamba’ul Ulum Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implemenstasi Program Tahfidzul Qur’an terhadap Pendidikan Adab Santri di Kuttab Salman Alfarisi Karangpandan. Analisis Aksiologi Mujiburrahman Mujiburrahman; Ratna Jauhara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang berfungsi sebagai pedoman hidup serta fondasi pembentukan karakter umat Islam. Salah satu upaya untuk menjaga kemurnian dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an adalah melalui program tahfidzul Qur’an. Namun, dalam praktiknya, tahfidz sering kali dipahami secara terbatas sebagai aktivitas menghafal, tanpa diintegrasikan secara utuh dengan pendidikan adab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfidzul Qur’an dan nilai-nilai aksiologisnya dalam membentuk pendidikan adab santri di Kuttab Salman Al-Farisi Karangpandan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tiga informan utama, yaitu koordinator tahfidz, pendamping tahfidz dan adab, serta mudir kuttab, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidzul Qur’an di Kuttab Salman Al-Farisi dilaksanakan melalui sistem mulazamah bertahap, yang meliputi tahap dasar (karimah), talqin, dan tahfidz mandiri. Sistem ini memungkinkan proses internalisasi adab berlangsung secara berkelanjutan melalui pendampingan intensif, pembiasaan, dan keteladanan guru. Adab yang dikembangkan mencakup adab terhadap Al-Qur’an, adab kepada guru, adab bermajelis, kedisiplinan, kesabaran, dan keistiqamahan. Dari perspektif aksiologi pendidikan Islam, program tahfidzul Qur’an mengandung nilai spiritual, moral, edukatif, dan sosial yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter santri usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa tahfidzul Qur’an tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan nilai dan pembentukan insan beradab.
Peran Keilmuan Guru dalam Epistemologi Pendidikan Islam di PPTQ Baitul Qur’an Aitaama Karangpandan Mujiburrahman Mujiburrahman; Sudiarto Sudiarto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keilmuan guru dalam membentuk epistemologi pendidikan Islam di PPTQ Baitul Qur’an Aitaama Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tiga narasumber utama, yaitu mudir pesantren, koordinator tahfidz, dan guru pendidikan adab. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memahami makna dan pola peran keilmuan guru dalam proses pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keilmuan guru di PPTQ Baitul Qur’an Aitaama dipahami secara holistik sebagai integrasi antara ilmu, amal, dan adab. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi ajar, tetapi juga sebagai teladan utama dalam pembentukan sikap, pola pikir, dan kesadaran spiritual santri. Epistemologi pendidikan Islam yang diterapkan berlandaskan pada Al-Qur’an, Sunnah, serta pemahaman ulama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas. Proses pendidikan lebih menekankan keteladanan dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan pengajaran verbal semata. Lingkungan pesantren yang terkontrol dan religius turut memperkuat internalisasi nilai-nilai epistemologi Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keilmuan guru memiliki peran sentral dalam membentuk epistemologi pendidikan Islam sekaligus menentukan kualitas pendidikan dan keberlangsungan lembaga pesantren.