Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan hafalan siswa dalam pembelajaran tahfidz di SD Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh. Sebagian siswa mengalami kesulitan mengingat dan mempertahankan hafalan karena kurangnya variasi metode dan minimnya pengulangan terstruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan metode Pakistani yang menekankan tiga tahapan utama, yaitu sabaq (hafalan baru), sabqi (pengulangan hafalan baru), dan manzil (murajaah hafalan lama). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran tahfidz menggunakan metode Pakistani serta mengetahui kemampuan hafalan siswa setelah penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek delapan siswa kelas V dan satu guru tahfidz. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar dan tes hafalan yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran tahfidz menggunakan metode Pakistani tergolong baik, dengan rata-rata ketercapaian antara 70–80%. Berdasarkan hasil tes hafalan, sebanyak 92% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dengan mayoritas berada pada kategori Mumtaz (sangat baik). Metode Pakistani terbukti efektif meningkatkan kualitas hafalan siswa, terutama dari segi kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, dan kemampuan mempertahankan hafalan lama. Disimpulkan bahwa metode Pakistani merupakan strategi pembelajaran tahfidz yang sistematis dan efektif untuk meningkatkan mutu hafalan siswa sekolah dasar. Metode ini dapat dijadikan alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz agar hasil hafalan lebih kuat, teratur, dan berkelanjutan.