Riswan Riswan
Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar di Era Digital Riswan Riswan; Risnawati Risnawati; Granita Granita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kedisiplinan siswa di era digital menjadi tantangan utama dalam pendidikan sekolah dasar, karena gangguan dari gawai dan media sosial sering mengurangi fokus belajar dan konsistensi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang diberikan intervensi penerapan 7 kebiasaan selama empat minggu. Data karakter disiplin dikumpulkan melalui angket skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor posttest dibandingkan pretest, dengan rata-rata meningkat dari 62,3 menjadi 78,5. Analisis distribusi individu menunjukkan bahwa 83,3% siswa mengalami peningkatan signifikan, 10% meningkat moderat, dan 6,7% relatif stabil. Hal ini menegaskan bahwa penerapan kebiasaan secara konsisten membentuk disiplin akademik, sosial, spiritual, dan fisik secara menyeluruh. Kesimpulannya, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat efektif meningkatkan karakter disiplin siswa sekolah dasar, sekaligus membantu mereka mengatur waktu, mengendalikan diri, dan menghadapi gangguan era digital. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program pembiasaan karakter di sekolah dasar.
Evaluasi Mutu Butir Soal Melalui Uji Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran, Daya Beda dan Distraktor Riswan Riswan; Alfian Gunawan; Miftahir Rizqa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen Ujian Sekolah Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas VI SD IT Humairoh 2 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2025/2026 berdasarkan aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas distraktor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis butir soal terhadap 40 soal pilihan ganda yang dikerjakan oleh 45 peserta didik kelas VI. Data diperoleh melalui studi dokumentasi berupa naskah soal, kunci jawaban, dan lembar jawaban peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas Product Moment Pearson, reliabilitas Kuder-Richardson 20 (KR-20), tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas distraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir soal (100%) dinyatakan valid dengan nilai koefisien korelasi lebih besar daripada r tabel (0,294), serta memiliki reliabilitas tinggi dengan koefisien sebesar 0,748. Berdasarkan tingkat kesukaran, terdapat 21 butir soal (52,5%) berkategori sedang, 18 butir soal (45,0%) berkategori mudah, dan 1 butir soal (2,5%) berkategori sukar. Analisis daya beda menunjukkan bahwa 2 butir soal (5,0%) berkategori sangat baik, 19 butir soal (47,5%) berkategori baik, 11 butir soal (27,5%) berkategori cukup baik, dan 8 butir soal (20,0%) berkategori kurang baik. Sementara itu, analisis distraktor menunjukkan bahwa 119 distraktor (74,38%) berfungsi efektif dan 41 distraktor (25,62%) belum berfungsi secara optimal. Dengan demikian, instrumen Ujian Sekolah PAI Tahun Pelajaran 2025/2026 memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan sebagai alat evaluasi hasil belajar, meskipun beberapa butir soal dengan daya beda rendah, tingkat kesukaran ekstrem, dan distraktor yang belum efektif masih memerlukan revisi untuk meningkatkan kualitas instrumen pada pelaksanaan evaluasi berikutnya.