Anak usia dini berada pada rentang usia 0-6 tahun yang dikenal sebagai golden age, yaitu periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pada masa ini, perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan moral-spiritual berlangsung sangat pesat dan sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi. Gizi yang optimal berperan penting dalam mendukung perkembangan otak, sistem imun, serta kesiapan belajar anak. Namun, masalah kekurangan gizi pada anak usia dini masih menjadi persoalan serius baik secara global maupun nasional. Kekurangan gizi dapat berupa stunting, wasting, underweight, serta defisiensi mikronutrien yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep kekurangan gizi pada anak usia dini, faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional anak melalui metode kajian pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan deskriptif-analitis, menggunakan sumber data sekunder berupa buku teks dan artikel jurnal ilmiah terbitan tahun 2018 ke atas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekurangan gizi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesiapan sosial anak. Selain itu, kajian ini menegaskan bahwa perspektif Islam sejalan dengan prinsip gizi seimbang dalam kesehatan modern. Oleh karena itu, upaya pencegahan kekurangan gizi pada anak usia dini memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif antara keluarga, lembaga PAUD, tenaga kesehatan, dan pemerintah.