Khadijah Khadijah
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Literatur terhadap Peran Guru dan Orang Tua dalam Deteksi Dini Keterlambatan Perkembangan Anak Assyifa Farhanah Syahrul; Dinda Sri Hanifah Harahap; Nurul Hasanah; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini keterlambatan perkembangan pada anak usia dini sangat bergantung pada kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai dua pengamat utama dalam lingkungan kehidupan anak. Kajian literatur ini mensintesis temuan empiris tahun 2019–2025 untuk menganalisis bagaimana kompetensi guru, literasi perkembangan orang tua, pola komunikasi, serta penggunaan instrumen skrining berstandar memengaruhi ketepatan proses deteksi dini. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar dan repositori institusi dengan fokus pada artikel full-text yang membahas praktik skrining perkembangan pada layanan PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berkontribusi melalui observasi kelas yang terstruktur dan pemantauan perkembangan rutin, sedangkan orang tua memberikan gambaran perilaku anak dalam konteks rumah. Namun, akurasi deteksi sering melemah akibat rendahnya pengetahuan orang tua, dokumentasi yang tidak konsisten, serta pelatihan guru yang belum memadai. Penguatan mekanisme kolaboratif—seperti format pelaporan bersama, interpretasi hasil skrining secara terpadu, dan komunikasi rutin—menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketepatan identifikasi dini. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa deteksi dini yang efektif tidak hanya bergantung pada instrumen skrining, tetapi juga pada sinergi peran, kompetensi, dan komunikasi antara guru dan orang tua.
Pandangan Pendidik terhadap Pentingnya Gizi dalam Menumbuhkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini di Ra Al: Kamal Khadijah Khadijah; Anggi Annisa Pohan; Nita Hayati; Rahmania Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidik memandang pentingnya gizi dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini di RA Al-Kamal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa para guru memahami bahwa gizi yang cukup dan seimbang memberikan dampak positif pada kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman anak dalam proses pembelajaran. Anak-anak dengan kondisi gizi baik cenderung lebih aktif, fokus, dan menunjukkan antusiasme belajar yang tinggi. Guru juga telah menginisiasi kegiatan edukatif seperti makan sehat bersama serta memberikan penyuluhan ringan kepada orang tua. Hal ini mendukung konsep Jean Piaget bahwa fungsi otak anak dapat berkembang optimal dengan dukungan biologis yang cukup, termasuk asupan gizi. Penelitian ini menekankan bahwa pendidik memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan makan sehat demi mendukung kecerdasan anak sejak dini.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kesadaran Gizi Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Membuat Bola-Bola Ubi Ungu di Sentra Cooking TKIT Nurul Ilmi Najwa Dwi Aprillia; Nursyamsiah Simbolon; Putri Amelia; Khadijah Khadijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam mengembangkan kesadaran gizi anak usia dini melalui kegiatan membuat bola-bola ubi ungu di sentra cooking TKIT Nurul Ilmi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan anak usia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana (2019) melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merencanakan kegiatan secara matang, memperkenalkan bahan bergizi secara visual, dan melibatkan anak aktif dalam setiap tahap pembuatan bola-bola ubi ungu. Strategi guru meliputi pemberian motivasi, refleksi, dan diskusi pasca-kegiatan. Anak menunjukkan peningkatan pemahaman gizi, minat terhadap makanan sehat, keterampilan motorik halus, serta kemampuan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan learning by doing melalui kegiatan cooking efektif menanamkan kesadaran gizi secara praktis, interaktif, dan menyenangkan pada anak usia dini.
Masalah Kekurangan Gizi Pada Anak Usia Dini dan Dampaknya terhadap Perkembangan: Kajian Pustaka Dinda Salsabila; Faisa Rahma Safira Siregar; Dea Mifrahul Jannah; Khadijah Khadijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini berada pada rentang usia 0-6 tahun yang dikenal sebagai golden age, yaitu periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pada masa ini, perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan moral-spiritual berlangsung sangat pesat dan sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi. Gizi yang optimal berperan penting dalam mendukung perkembangan otak, sistem imun, serta kesiapan belajar anak. Namun, masalah kekurangan gizi pada anak usia dini masih menjadi persoalan serius baik secara global maupun nasional. Kekurangan gizi dapat berupa stunting, wasting, underweight, serta defisiensi mikronutrien yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep kekurangan gizi pada anak usia dini, faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional anak melalui metode kajian pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan deskriptif-analitis, menggunakan sumber data sekunder berupa buku teks dan artikel jurnal ilmiah terbitan tahun 2018 ke atas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekurangan gizi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesiapan sosial anak. Selain itu, kajian ini menegaskan bahwa perspektif Islam sejalan dengan prinsip gizi seimbang dalam kesehatan modern. Oleh karena itu, upaya pencegahan kekurangan gizi pada anak usia dini memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif antara keluarga, lembaga PAUD, tenaga kesehatan, dan pemerintah.