Andi Abdul Hamzah
Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Ilmu dan Spiritualitas: Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Imam Suprayogo di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Alfin Alfin; Syaiful Syaiful; Maulidatul Mukarramah; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35895

Abstract

Dikotomi antara ilmu agama ('ulum al-din) dan ilmu umum ('ulum al-dunyawiyyah) telah lama menjadi krisis dalam pendidikan Islam di Indonesia. Pemisahan ini sering kali mengakibatkan perpecahan epistemologis, menghasilkan lulusan yang mungkin kuat secara spiritual namun lemah secara sains, atau kompeten secara profesional namun rapuh secara moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo mengenai integrasi ilmu serta implementasi praktisnya dalam transformasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research), penelitian ini mengeksplorasi karya-karya Imam Suprayogo serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Suprayogo menawarkan metafora "Pohon Ilmu" untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dengan menegaskan bahwa seluruh ilmu bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa (Tauhid). Paradigma ini dioperasionalisasikan melalui sistem "Tarbiyah Ulul Albab", yang mengintegrasikan kekuatan dzikir (spiritualitas), pikir (intelektualitas), dan amal saleh (moralitas). Implementasinya mencakup sistem Ma'had (asrama) wajib untuk pembentukan karakter serta kurikulum yang menginfusi nilai-nilai Islam ke dalam mata kuliah umum. Model ini terbukti sangat relevan dengan tuntutan Era Society 5.0, menawarkan pendidikan yang berpusat pada manusia yang menyelaraskan kemajuan teknologi dengan kearifan spiritual.
Konsep Keteladanan Sebagai Alat Pendidikan Islam dalam Pembentukan Akhlak: Studi Kepustakaan Karima Karima; Aisyah Aisyah; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35943

Abstract

Pembentukan akhlak merupakan tujuan utama dalam pendidikan Islam, dan salah satu metode yang dianggap paling efektif untuk mencapainya adalah keteladanan (uswah hasanah). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep keteladanan sebagai alat pendidikan Islam dalam membentuk akhlak peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam, akhlak, dan metode keteladanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses internalisasi nilai moral dan spiritual, karena peserta didik cenderung meniru perilaku yang diamati secara langsung dari pendidik, orang tua, dan lingkungan sekitar. Keteladanan tidak hanya membentuk perilaku lahiriah, tetapi juga membangun karakter secara menyeluruh melalui pembiasaan, contoh nyata, dan konsistensi tindakan. Dengan demikian, keteladanan merupakan metode pendidikan yang relevan dan efektif dalam membentuk akhlak mulia serta perlu diterapkan secara konsisten dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pengelolaan Dana BOS dalam Perspektif Nilai-Nilai Pendidikan Islam Amila Nurshalati; Muh. Al Qadri; Nurlina Nurlina; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35946

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam perspektif nilai-nilai pendidikan Islam dengan menempatkan dimensi etis-spiritual sebagai fondasi tata kelola keuangan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada peran nilai amanah, shiddiq, ‘adalah, maslahah, dan syuro dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, keadilan alokasi, serta orientasi kemanfaatan publik dalam seluruh siklus pengelolaan dana BOS. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah secara sistematis buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS yang hanya bertumpu pada kepatuhan administratif belum cukup menjamin integritas keuangan sekolah. Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam berfungsi sebagai penguat moral pengelola dana, mendorong partisipasi kolektif, serta meminimalkan potensi penyimpangan anggaran. Dengan demikian, pengelolaan dana BOS berbasis nilai Islam tidak hanya bersifat teknis-prosedural, tetapi juga etis, transendental, dan berorientasi pada kemaslahatan pendidikan. Penelitian ini mengkaji pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam perspektif nilai-nilai Pendidikan Islam dengan tujuan merumuskan landasan etis bagi tata kelola dana pendidikan. Permasalahan penelitian difokuskan pada bagaimana prinsip-prinsip spiritual Islam dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana BOS. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah secara sistematis berbagai buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman konseptual yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS menuntut kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dalam perspektif Islam, nilai amanah, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab moral berfungsi sebagai fondasi normatif yang memperkuat integritas pengelola dana. Integrasi nilai-nilai tersebut menjadikan pengelolaan dana BOS tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga etis dan berorientasi pada kemaslahatan pendidikan.