Dikotomi antara ilmu agama ('ulum al-din) dan ilmu umum ('ulum al-dunyawiyyah) telah lama menjadi krisis dalam pendidikan Islam di Indonesia. Pemisahan ini sering kali mengakibatkan perpecahan epistemologis, menghasilkan lulusan yang mungkin kuat secara spiritual namun lemah secara sains, atau kompeten secara profesional namun rapuh secara moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo mengenai integrasi ilmu serta implementasi praktisnya dalam transformasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research), penelitian ini mengeksplorasi karya-karya Imam Suprayogo serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Suprayogo menawarkan metafora "Pohon Ilmu" untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dengan menegaskan bahwa seluruh ilmu bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa (Tauhid). Paradigma ini dioperasionalisasikan melalui sistem "Tarbiyah Ulul Albab", yang mengintegrasikan kekuatan dzikir (spiritualitas), pikir (intelektualitas), dan amal saleh (moralitas). Implementasinya mencakup sistem Ma'had (asrama) wajib untuk pembentukan karakter serta kurikulum yang menginfusi nilai-nilai Islam ke dalam mata kuliah umum. Model ini terbukti sangat relevan dengan tuntutan Era Society 5.0, menawarkan pendidikan yang berpusat pada manusia yang menyelaraskan kemajuan teknologi dengan kearifan spiritual.
Copyrights © 2026