Safinatul Hasanah Harahap
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH MAHASISWA: Fita Syafira, Febriani Nirmawati Siagian, Fauziah Amanda Aritonang, Safinatul Hasanah Harahap Fita Syafira; Febriani Nirmawati Siagian; Fauziah Amanda Aritonang; Safinatul Hasanah Harahap
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2026): JUBINDO: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v11i2.11015

Abstract

Penulisan artikel ilmiah menuntut penggunaan bahasa Indonesia yang baku, efektif, dan sesuai pedoman resmi. Namun, kesalahan berbahasa masih sering ditemukan dalam tulisan mahasiswa, baik pada aspek ejaan, diksi, maupun kalimat efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam penulisan artikel ilmiah mahasiswa serta mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa sepuluh artikel ilmiah mahasiswa yang belum dipublikasikan. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V dan Surat Keputusan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V Nomor 0424/I/BS.00.01/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis kesalahan ditemukan pada seluruh artikel yang dianalisis. Kesalahan kalimat efektif merupakan jenis yang paling dominan (40,2%), diikuti kesalahan diksi (27,8%), dan kesalahan ejaan (32,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa masih perlu penguatan pemahaman terhadap kaidah penulisan ilmiah, khususnya dalam menyusun kalimat yang efektif dan memilih diksi yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah.
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN LEECH DALAM KOMENTAR WARGANET INDONESIA DI MEDIA SOSIAL TIΚΤΟΚ: Grecia Debora Sinaga, Bunga Anggreani Purba, Safinatul Hasanah Harahap Grecia Debora Sinaga; Bunga Anggreani Purba; Safinatul Hasanah Harahap
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2026): JUBINDO: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Leech (1983) dalam komentar warganet Indonesia di media sosial TikTok. Fenomena maraknya ujaran tidak santun di ruang digital menjadi perhatian serius, mengingat bahasa mencerminkan budaya dan karakter penuturnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan komentar yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai unggahan di TikTok pada tahun 2024-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran terhadap seluruh maksim dalam prinsip kesantunan Leech, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada maksim pujian dan maksim kearifan, yang terwujud dalam bentuk pelanggaran fisik, ujaran rasis, dan komentar yang berlebihan. Temuan ini mengindikasikan adanya pergeseran norma kesantunan dalam interaksi digital warganet Indonesia yang dipengaruhi oleh anonimitas, budaya menghujat (hate culture), dan rendahnya literasi digital. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesopanan linguistik berdasarkan teori Leech (1983) dalam komentar netizen Indonesia di platform media sosial TikTok. Fenomena meluasnya ujaran tidak sopan di ruang digital menjadi perhatian serius, karena bahasa mencerminkan budaya dan karakter penuturnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatis. Data penelitian terdiri dari ujaran komentar yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai unggahan TikTok pada tahun 2024-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran terjadi di seluruh maksim dalam prinsip kesopanan Leech, yaitu maksim taktik, kemurahan hati, persetujuan, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Pelanggaran yang paling dominan terdapat pada maksim persetujuan dan maksim taktik, yang termanifestasi dalam bentuk pelanggaran fisik, komentar rasis, dan komentar yang membahas. Temuan ini menunjukkan pergeseran norma kesopanan dalam interaksi digital antara netizen Indonesia, yang dipengaruhi oleh anonimitas, budaya kebencian, dan rendahnya literasi digital.