Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perubahan permainan olahraga dapat meningkatkan koneksi sosial anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, prosedur pra-eksperimental, dan metodologi kuantitatif. Pengambilan sampel bertujuan digunakan untuk memilih subjek, yaitu siswa taman kanak-kanak/pendidikan anak usia dini berusia 5-6 tahun. Lembar penilaian interaksi sosial yang mencakup kerja sama, komunikasi, berbagi, sesuai norma, dan menghormati teman digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi. Statistik deskriptif dan Uji t Sampel Berpasangan digunakan untuk menganalisis data. Menurut temuan penelitian, anak-anak yang menerima perlakuan permainan olahraga yang dimodifikasi memiliki lebih banyak kontak sosial. Antara tes pra dan pasca, skor interaksi sosial rata-rata meningkat dari 61,2% menjadi 83,0%. Permainan olahraga yang dimodifikasi secara signifikan meningkatkan koneksi sosial pada masa kanak-kanak, menurut temuan uji statistik, yang menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa permainan olahraga yang dimodifikasi dapat menumbuhkan lingkungan belajar yang hidup dan menghibur serta memotivasi anak-anak untuk terlibat dalam interaksi sebaya yang konstruktif. Akibatnya, permainan olahraga yang dimodifikasi dapat digunakan sebagai metode pengajaran alternatif untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial.