Syaikhotul Ilma
Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Penyajian Tafsir Al Qur'an Berbasis Moderasi Beragama Novia Andriani; Ita Fatmawati; Syaikhotul Ilma; Muhammad Farih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36392

Abstract

Moderasi beragama dalam ranah tafsir menekankan keseimbangan antara teks dan konteks, rasionalitas dan spiritualitas, serta kesetiaan terhadap tradisi ulama klasik sekaligus keterbukaan terhadap perkembangan sosial kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyajian tafsir Al-Qur’an yang berorientasi pada prinsip moderasi beragama sebagai pendekatan keilmuan dan praksis keagamaan yang relevan dengan konteks keberagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dari karya-karya tafsir modern dan kontemporer, serta dokumen literatur terkait moderasi beragama. Analisis dilakukan dengan menelaah prinsip penafsiran moderat, seperti tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal dalam menentukan makna ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyajian tafsir berbasis moderasi beragama tidak hanya menawarkan struktur penjelasan ayat yang sistematis, tetapi juga menyediakan kerangka interpretatif yang lebih inklusif, dialogis, dan solutif terhadap problem sosial keagamaan. Penyajiannya melibatkan tiga aspek utama: (1) kerangka nilai moderasi, (2) pendekatan metodologis dalam penafsiran, dan (3) penyajian yang membangun pemahaman publik yang sehat dan toleran. Penerapan metode tersebut pada QS. Al-Hujurat ayat 13 memperlihatkan bahwa pesan tentang kesetaraan manusia, larangan diskriminasi, dan urgensi moralitas takwa dapat disampaikan melalui penafsiran yang memperhatikan dimensi historis-tekstual sekaligus kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini menegaskan bahwa model penyajian tafsir moderat dapat menjadi alternatif penting dalam pengembangan kajian tafsir Al-Qur’an di era kontemporer, khususnya dalam mendorong pemahaman keagamaan yang lebih damai, interaktif, dan responsif terhadap dinamika pluralitas bangsa.