Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trends and Gaps in Islamic Education Research in Indonesia: A Bibliometric Approach Azma Azma; Salahuddin Salahuddin; Wiwin Mistiani; Rustina Rustina
AT-TA'LIM Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v32i3.1052

Abstract

This study aims to identify publication trends, key actors, thematic focuses, and research gaps in Islamic Education in Indonesia for the 2014–2025 period through a bibliometric approach. Using the PRISMA protocol, data were retrieved from Scopus using relevant keywords and analyzed with VOSviewer. Of the 884 initial documents, 380 documents were filtered that met the analysis criteria. The results show a sharp increase in publications since 2019, in line with the internationalization policy of higher Education and the accelerated adoption of digital learning technologies. The most influential authors are Zalik Nuryana and Suyadi, while the Journal of Islamic Education and Cogent Education are the publication channels with the highest impact. International collaborations are dominated by partnerships between Indonesia and Malaysia, with involvement from Australia, Brunei Darussalam, and China. Keyword analysis shows the dominance of the themes of Islamic Education, Religious Moderation, and Islamic Boarding Schools, with the emergence of new themes such as digital learning, gender equality, and multicultural Education. The mapping also identified seven key gaps, including weak pedagogical innovation, a descriptive approach to religious moderation, unsustainable digitalization, marginalization of gender issues, limited research on child protection and the welfare of Islamic boarding school students (santri), poor integration with the Sustainable Development Goals (SDGs), and limited research on interdisciplinarity. This study recommends strengthening the integration of digital pedagogy, developing a moderation model based on evaluative instruments, mainstreaming gender, and expanding global collaboration. The research's novelty lies in the full integration of the PRISMA and VOSviewer methods to produce a comprehensive, evidence-based thematic mapping, thus providing a methodological and strategic foundation for developing a more innovative and internationally competitive research agenda in Indonesian Islamic Education.
Strategi Pendidikan Karakter dalam Mencegah dan Menangani Bullying di Tingkat Sekolah Dasar Ma’rifa; A. Ardiansyah; Wiwin Mistiani; Sabna
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2993

Abstract

Bullying di sekolah dasar merupakan permasalahan yang mengganggu perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis bullying yang terjadi, strategi karakter pendidikan yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pencegahan dan penanganannya di SD Negeri 1 Tatura Palu. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan rencana studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan guru sebagai informan utama, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen sekolah dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, sosial, fisik, dan cyberbullying. Strategi pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah meliputi pembiasaan dan pembudayaan, pengajaran nilai-nilai positif, penumbuhan empati, penerapan tindakan nyata, pemberian keteladanan dari lingkungan sekitar, serta pelatihan melalui pendekatan taubat. Faktor yang mendukung strategi ini antara lain menjaga bawaan anak, kebiasaan positif yang dibangun di sekolah, pengaruh keturunan, serta lingkungan yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambatnya berasal dari sifat bawaan anak yang sulit diarahkan, sikap pendidik yang kurang konsisten, serta lingkungan bermain yang tidak mendukung. Secara umum, strategi pendidikan karakter terbukti mampu mengurangi kasus bullying, menumbuhkan rasa empati dan toleransi antar siswa, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan harmonis. Temuan ini menegaskan perlunya kerja sama yang erat antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat budaya anti-bullying melalui pengembangan karakter pendidikan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Karakter, Bullying