Peralihan dari model pembelajaran konvensional ke digital telah meningkatkan kebutuhan akan metode yang mampu menjaga kualitas pendidikan sekaligus memberikan fleksibilitas. Pembelajaran hybrid, yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, menjadi solusi atas kebutuhan tersebut, namun memerlukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kepuasan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran hybrid terhadap kepuasan mahasiswa di Universitas Sari Mulia serta mengidentifikasi faktor kualitas layanan yang paling berpengaruh. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan kuesioner berbasis SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data dari 325 responden dianalisis menggunakan algoritma Decision Tree untuk mengklasifikasikan tingkat kepuasan dan mengungkap pola utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa puas, dengan dimensi Assurance dan Reliability sebagai faktor dominan yang memengaruhi kepuasan. Model Decision Tree mencapai tingkat akurasi sebesar 82%, memberikan wawasan yang jelas dan mudah diinterpretasikan mengenai hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi dosen dan mahasiswa, konsistensi penyampaian materi, serta ketanggapan menjadi aspek penting dalam keberhasilan pembelajaran hybrid. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka berbasis data yang dapat meningkatkan pemahaman institusi terhadap kualitas pembelajaran di era digital. Berbeda dari metode evaluasi tradisional, model yang diusulkan menggabungkan aspek teknologi dan human-centered untuk pendekatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran hybrid.