Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Buah Pepaya terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik dr. Suryadi, MM.Kes Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak Wike Etika Wijaya; Wira Ekdeni Aifa; Lisviarose Lisviarose; Rizka Mardiya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3108

Abstract

Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih menjadi tantangan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya produksi ASI pada ibu menyusui. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan. Jenis penelitian pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2025. Tempat penelitian dilaksanakan di Klinik dr. Suryadi, MM.Kes Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak. Sampel pada penelitian ini berjumlah 23 ibu menyusui dengan metode pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner dan lembar observasi, Intervensi dilakukan dengan pemberian buah pepaya sebanyak 100 gram, tiga kali sehari selama tujuh hari. Hasil bivariat menggunakan uji wilcoxon didapatkan ada pengaruh buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI dengan nilai p value 0,000. Hal ini membuktikan bahwa buah pepaya memiliki potensi sebagai bahan alami yang efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Ibu menyusui disarankan untuk mengkonsumsi buah pepaya secara rutin sebagai alternatif alami pelancar ASI, dan tenaga kesehatan dapat merekomendasikan buah pepaya sebagai bagian dari edukasi gizi laktasi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Minat Ibu Hamil dalam Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Siak Delfi Sartika; Rifa Yanti; Hirza Rahmita; Wira Ekdeni Aifa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3483

Abstract

Kunjungan antenatal care (ANC) merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Namun, masih banyak ibu hamil yang memiliki minat rendah dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Salah satu faktor yang memengaruhi minat tersebut adalah pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap Minat ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care di wilayah kerja Puskesmas Siak Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 22 orang ibu hamil dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor Minat ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata Minat meningkat dari 46,91 menjadi 84,55. Uji Paired Samples Test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan minat ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Disarankan agar pihak Puskesmas meningkatkan intensitas dan kualitas pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan partisipasi Antenatal Care.
Hubungan Kelelahan dan Ketegangan Emosional dengan Baby Blues pada Ibu Postpartum Apriani Apriani; Wira Ekdeni Aifa; Rizka Mardiya; Fajar Sari Tanberika
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i2.962

Abstract

Baby blues is a mild and temporary mood disorder commonly experienced by mothers after childbirth. It is characterized by emotional instability, including sadness, anxiety, irritability, and frequent crying, which may interfere with maternal-infant bonding. This condition is often triggered by a combination of physical and psychological factors, such as hormonal changes, fatigue, and emotional tension. This study aims to examine the relationship between fatigue and emotional tension with the occurrence of baby blues among postpartum mothers at Klinik Pratama Annisa Medika 1. A quantitative research method with a cross-sectional design was employed. A total of 45 postpartum mothers were selected using purposive sampling. Data were collected through structured questionnaires measuring fatigue, emotional tension, and baby blues symptoms. The results were analyzed using the Chi-Square test with a significance level set at p<0.05. The findings indicate a statistically significant relationship between fatigue and the incidence of baby blues (p=0.019), as well as between emotional tension and baby blues (p=0.000). These results suggest that both physical and emotional well-being are crucial factors influencing postpartum mental health. The implications of this study highlight the importance of early identification and management of fatigue and emotional stress in postpartum mothers. Healthcare providers should prioritize psychological support, routine mental health screening, and postpartum education to help prevent the onset of baby blues. Early intervention may improve maternal well-being and promote healthier mother-infant interactions.