Rahmat Banu Widodo
IAN Attaqwa Bekasi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAKWAH BERBASIS TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (PENDEKATAN TEORI KOMUNIKASI MASSA DALAM MEMPENGARUHI KHALAYAK) Rahmat Banu Widodo; Iwan Samariansyah
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i2.393

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang besar dalam transformasi dakwah Islam di era digital. Pemanfaatan AI sebagai media dakwah membuka ruang interaksi yang lebih luas dan efektif dengan masyarakat global. Namun, hendaknya perlu diperhatikan pula tantangan etika dan otoritas keilmuan dalam penggunaan AI untuk dakwah Islamiyah, terlebih lagi di Indonesia. Tantangan etika dalam penggunaan AI meliputi beberapa aspek seperti transparansi dan akuntabilitas algoritma, bias dalam data pelatihan yang bisa saja menimbulkan Keputusan diskriminatif serta perlindungan privasi dan keamanan data pribadi pengguna. Bisa jadi AI yang dilatih dengan data-data keagamaan yang tidak representatif bisa saja menimbulkan ketidakadilan sosial. Dalam konteks otoritas keilmuan, AI menantang otoritas tradisional karena keputusan yang dihasilkan model AI bisa sulit dijelaskan dan diaudit. Ini bisa berujung pada timbulnya pertanyaan tentang siapa yang yang sesungguhnya bertanggung jawab atas keputusan keagamaan tersebut dan bagaimana memastikan AI bisa bertindak sesuai standar etika dan moral yang berlaku.
ANALISIS DAKWAH DALAM MODEL EKOSISTEM GAME ONLINE MULTIPLAYER Iwan Samariansyah; Rahmat Banu Widodo
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v9i1.477

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena dakwah alternatif melalui ekosistem game online multiplayer, khususnya platform seperti Mobile Legends dan PUBG yang telah menjadi ruang sosial baru bagi jutaan Muslim Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan analisis konten terhadap penelitian-penelitian terdahulu, tulisan ini berargumen bahwa game online multiplayer bukan sekadar medium hiburan, melainkan sebuah third place digital yang memiliki potensi strategis sebagai arena dakwah kontemporer. Studi ini mengidentifikasi tiga model utama dakwah via game: dakwah melalui konten streaming, dakwah melalui komunitas in-game, dan dakwah melalui desain platform Islami. Fenomena Ustaz Abi Azkakia dianalisis sebagai model paling berkembang saat ini, dengan pendekatan bil hikmah yang diterjemahkan ke dalam grammar dunia gaming. Artikel ini juga mendiskusikan peran kecerdasan buatan (AI) sebagai enabler distribusi konten dakwah sekaligus tantangan etis yang menyertainya. Temuan utama menunjukkan bahwa efektivitas dakwah di ruang game sangat ditentukan oleh kemampuan da’i dalam memahami budaya gaming, membangun kepercayaan komunitas, dan menjaga keseimbangan antara efisiensi teknologi dengan prinsip kemaslahatan. Artikel ini menyimpulkan dengan menawarkan kerangka etis dakwah berbasis maqasid al-da’wah yang dapat menjadi panduan bagi para praktisi dakwah digital di ekosistem game online.