Suhaidi
STID Mohammad Natsir

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARGUMENTASI NABI NUH ATAS KEABSAHANNYA SEBAGAI RASUL (ANALISIS ARGUMENTASI TOULMIN ATAS MUJÂDALAH NABI NUH DAN KAUMNYA) Suhaidi
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i2.405

Abstract

Mujâdalah (debat) merupakan salah satu metode da’wah yang telah dipraktikan oleh para nabi dan rasul sebagaimana yang disebutkan dalam surat An-Nahl: 125. Dalam proses debat, argumentasi memiliki peranan yang sangat urgen, ketiadaan cara berargumentasi akan melahirkan debat yang tidak berkesudahan. Al-Qur’an sudah banyak menjelaskan perdebatan para nabi dan rasul dengan kaumnya. Oleh karena itu penelitan itu bertujuan untuk menganalisa proses perdebatan dan argumentasi Nabi Nuh dalam Al-Qur’an. Peneltiian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa argumentasi Nabi Nuh mengandung unsur enam elemen argumentasi Toulmin yaitu claim, ground, warrant, backing, modal qualifier, dan rebuttal, sehingga argumen-argumen tersebut kuat dan sulit atau tidak bisa dibantah lagi.
DAKWAH DIALOGIS JA’FAR BIN ABI THALIB DENGAN RAJA NAJASYI (Analisis Trias Retorika Aristoteles) Suhaidi
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v9i1.483

Abstract

ABSTRAK Retorika dalam dakwah berakar pada prinsip dakwah bil-hikmah dan mujadalah billati hiya ahsan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi retorika Ja’far bin Abi Thalib dalam dialognya bersama Raja Najasyi di Habasyah melalui pendekatan retorika klasik Aristoteles: Ethos, Logos, dan Pathos. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi cara Ja’far membangun kredibilitas, menyusun argumentasi logis, dan menyentuh sisi emosional audiens guna mendapatkan perlindungan bagi kaum Muslimin. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada aspek Ethos, Ja’far berhasil menampilkan phronesis (kecerdasan), arete (kebajikan), dan eunoia (niat baik) sebagai diplomat yang kredibel. Pada aspek Logos, Ja’far menggunakan teknik perbandingan kontras antara degradasi moral era Jahiliyah dengan transformasi sosial-etis di bawah naungan Islam, yang diperkuat oleh bukti empiris berupa integritas Nabi Muhammad SAW. Sementara pada aspek Pathos, Ja’far membangun koneksi spiritual melalui pembacaan surat Maryam yang secara efektif membangkitkan empati serta rasa hormat Raja Najasyi terhadap universalitas nilai-nilai keimanan. Sinergi ketiga unsur retorika ini tidak hanya membuktikan kebenaran risalah yang dibawa, tetapi juga berhasil mengubah posisi penguasa dari sekadar pemberi suaka menjadi pelindung ideologis yang mengakui kebenaran ajaran tersebut. Kata Kunci: Dialog, Retorika, Ja’far bin Abi Thalib, Ethos, Logos, Pathos.