Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work life balance terhadap turnover intention dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan Graha Kaori Group. Stres kerja dipahami sebagai tekanan emosional akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, beban kerja berlebih, dan target waktu yang ketat. Landasan teori yang digunakan adalah Job Demands-Resources Model, yang menyatakan bahwa ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya seperti work life balance dapat memicu stres kerja dan mendorong munculnya keinginan untuk keluar dari pekerjaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan sampel sebanyak 36 karyawan yang ditentukan melalui metode sensus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan path analysis untuk menilai pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Pengujian mediasi dilakukan melalui uji Sobel dan VAF, dengan bantuan software SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja. Selain itu, stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention dan berperan sebagai mediasi parsial dalam hubungan keduanya. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kebijakan work life balance untuk menekan stres kerja dan mengurangi turnover intention. This study aims to examine the effect of work life balance on turnover intention with job stress as a mediating variable among employees of Graha Kaori Group. Job stress is described as emotional pressure caused by high job demands, heavy workload, and tight deadlines. The study is based on the Job Demands Resources Model, which explains that an imbalance between job demands and resources such as work life balance can increase job stress and lead employees to consider leaving their jobs. The research used a quantitative associative causal method with a sample of 36 employees selected through a census approach. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed through path analysis to determine direct and indirect effects among variables. Mediation testing was carried out using the Sobel test and VAF. The results show that work life balance has a negative and significant effect on turnover intention and also negatively and significantly affects job stress. Job stress has a positive and significant effect on turnover intention and serves as a partial mediating variable. These findings emphasize the importance of strengthening work life balance programs to reduce job stress and decrease turnover intention among employees.