This Author published in this journals
All Journal JDARISCOMB
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Imam Al-Ghazali Terhadap Ajaran Menyimpang : Studi Kajian Teks Dalam Kitab Tahafut Al-Falasifah krismuntaha; Abdul Ghani; Muhammad Aminuddin Sanwar
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.3987

Abstract

Imam al-Ghazali merupakan ulama’ yang sangat berpengaruh dalam bidang ilmu keislaman, dalam filsafatnya imam al-Ghazali memiliki karya kitab Tahafut al-Falasifah, kitab tersebut sebagai respon terhadap para filsuf Yunani yang menyimpang dari ajaran atau keyakinan agama islam. Dalam kitabnya setidaknya ada dua puluh permasalahan yang menjadi kajian, namun dalam artikel ini membahas tiga permasalahan yang menjadi pokok dari penyimpangan para filsuf Yunani, imam al-Ghazali mengkategorikan sebagai kafir dalam permasalaha ini, diantaranya, a) mengenai keberadaan alam, b) ketidaktahuan tuhan terhadap dzatnya, c) penolakan terhadap kebangkitan jasmani. Para filsuf pada umumnya dalam menyikapi permasalahan tersebut hanya sebatas pengetahuan sesuai nalar manusia, dan menganggapnya hasil dari pemikiranya adalah sesuatu yang realistis dan benar, tidak ada argument yang dapat membuktikan dari hasil pemikiranya dan imam al-Ghazali mengatakan pemikiranya adalah keliru dan sangat rancu.
Pemikiran Imam Al-Ghazali Terhadap Ajaran Menyimpang : Studi Kajian Teks Dalam Kitab Tahafut Al-Falasifah krismuntaha; Abdul Ghani; Muhammad Aminuddin Sanwar
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.3987

Abstract

Imam al-Ghazali merupakan ulama’ yang sangat berpengaruh dalam bidang ilmu keislaman, dalam filsafatnya imam al-Ghazali memiliki karya kitab Tahafut al-Falasifah, kitab tersebut sebagai respon terhadap para filsuf Yunani yang menyimpang dari ajaran atau keyakinan agama islam. Dalam kitabnya setidaknya ada dua puluh permasalahan yang menjadi kajian, namun dalam artikel ini membahas tiga permasalahan yang menjadi pokok dari penyimpangan para filsuf Yunani, imam al-Ghazali mengkategorikan sebagai kafir dalam permasalaha ini, diantaranya, a) mengenai keberadaan alam, b) ketidaktahuan tuhan terhadap dzatnya, c) penolakan terhadap kebangkitan jasmani. Para filsuf pada umumnya dalam menyikapi permasalahan tersebut hanya sebatas pengetahuan sesuai nalar manusia, dan menganggapnya hasil dari pemikiranya adalah sesuatu yang realistis dan benar, tidak ada argument yang dapat membuktikan dari hasil pemikiranya dan imam al-Ghazali mengatakan pemikiranya adalah keliru dan sangat rancu.
Efektivitas Komunikasi Terapeutik dalam Penanganan Pasien Gangguan Jiwa: Tinjauan Literatur Review Krismuntaha; Maskur; Nur Hamid; Ema Hidayanti
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i2.5303

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komponen esensial dalam praktik keperawatan jiwa karena berperan dalam membangun hubungan saling percaya serta mendukung keberhasilan terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam penanganan pasien dengan gangguan jiwa melalui pendekatan tinjaun literatur review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci terkait komunikasi terapeutik, gangguan jiwa, stigma sosial, mengelola pasien dan hubungan perawat–pasien. Sebanyak 25 artikel ditemukan, dan setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 13 artikel yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik berkontribusi signifikan terhadap pengendalian halusinasi, penurunan risiko perilaku kekerasan, peningkatan kepuasan pasien, serta perbaikan hubungan interpersonal. Selain itu, efektivitas dalam komunikasi terapeutik juga dipengaruhi oleh kompetensi dan motivasi perawat, dukungan keluarga, serta faktor lingkungan sosial dan budaya. Dengan demikian, komunikasi terapeutik perlu diimplementasikan secara konsisten dan terstruktur dalam praktik keperawatan jiwa guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental secara komprehensif.Kata Kunci: komunikasi terapeutik, mengelola pasien, stigma sosial, gangguan jiwa, hubungan perawat-pasien.faktor lingkungan sosial dan budaya. Dengan demikian, komunikasi terapeutik perlu diimplementasikan secara konsisten dan terstruktur dalam praktik keperawatan jiwa guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental secara komprehensif.