Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI SBAR TERHADAP PERAWATAN KOLABORATIF ANTARPROFESI DAN DAMPAKNYA PADA KESEMBUHAN PASIEN: LITERATURE REVIEW Metilda Mathal; Unike Natasya Luis; Nidzar Erniansyah; Sheila Nurul Anisa; Diva Febriany Syakira; Rani Hardianti
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.2093

Abstract

This study explores the impact of SBAR communication on interprofessional collaboration in healthcare. The main issue is the lack of structured communication among healthcare professionals. This lack of communication often leads to clinical errors. These clinical errors can interfere with the effectiveness of team coordination. A systematic literature review method was used to collect articles from PubMed, Google Scholar. The articles were selected based on inclusion criteria for the period 2020 to 2025. The main results show the implementation of SBAR. The application of SBAR improves clarity in information transfer. SBAR also strengthens cooperation between doctors and nurses. This cooperation contributes to reducing the risk of incidents in patients through good team coordination.  These findings highlight the importance of SBAR in simplifying the exchange of important information. SBAR helps create a culture of safety for patients. This culture of safety serves to support the maximum healing process. The recommendations provided emphasize the importance of continuous training. This training aims to overcome various obstacles in its implementation in the field.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Acne Vulgaris melalui Edukasi di SMAN 13 Bandung Muhammad Deri Ramadhan; Sulis Oveliya; Syapta Nanda Erika Zaelani; Nidzar Erniansyah; Salma Sabila; Sheila Nurul Anisa; Salwa Nur Salsabila; Adelia Puteri Ramadhani; Rani Hardianti; Talitha Nur Asyifa; Sifa Aulia Wendari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3517

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kesehatan kulit yang prevalensinya tinggi pada kelompok remaja dan berpotensi menimbulkan dampak fisik serta psikososial. Rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan acne vulgaris menjadi salah satu penyebab masih tingginya praktik perawatan kulit yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah menengah atas mengenai acne vulgaris melalui pendidikan kesehatan terstruktur. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain one-group pre-test post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 25 siswa kelas XII SMAN 13 Bandung. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan berbasis ceramah interaktif, penggunaan media audiovisual, serta demonstrasi praktik kebersihan kulit. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan yang bermakna setelah kegiatan edukasi, ditandai dengan peningkatan proporsi peserta pada kategori pengetahuan baik serta hilangnya kategori pengetahuan buruk dan kurang. Seluruh indikator pengetahuan mengalami peningkatan. Pendidikan kesehatan berbasis sekolah terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait acne vulgaris.
Pemanfaatan Perasan Labu Siam (Sechium Edule) sebagai Terapi Komplementer dalam Asuhan Keperawatan Komunitas pada Ny. T Penderita Hipertensi M Iqbal Sutisna; Unike Natasya Luis; Nidzar Erniansyah; Sheila Nurul Anisa; Diva Febriany Syakira; Rani Hardianti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3856

Abstract

Hipertensi menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat Indonesia dengan prevalensi mencapai 28,4% pada usia produktif menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023. Tingkat tertinggi ditemukan di Jawa Barat sebesar 32,6%. Terapi menggunakan obat menghadapi masalah kepatuhan rendah dan efek samping yang muncul. Pengabdian ini dilaksanakan untuk mencari terapi nonfarmakologis berbasis bahan alami. Perasan labu siam menawarkan solusi alternatif yang efektif dan terjangkau. Pengabdian ini menganalisis peran perasan labu siam sebagai terapi hipertensi nonfarmakologis. Hasilnya mendukung pendekatan asuha keperawatan berbasis bukti dalam komunitas. Metode pengabdian menggunakan quasi-eksperimental deskriptif. Peneliti memberikan asuhan keperawatan lengkap pada Ny.T di Bojongsoang menggunakan teknik total sampling, Bandung pada tanggal 27 hingga 29 Desember 2025, intervensi terdiri dari pemberian perasan labu siam 200cc sehari selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 150/80 mmHg menjadi 115/75 mmHg. Perasan labu siam terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terapi perasan labu siam (Sechium edule) ini diberikan sebanyak 200 cc/hari selama 3 hari pada pasien hipertensi. Prosedur mencakup persiapan alat dan bahan, pengukuran tekanan darah awal, pemrosesan labu siam (pencucian, pemotongan, perasan), pemberian jus, serta evaluasi 2 jam pasca-intervensi melalui pengukuran ulang dan demonstrasi mandiri pasien sesuai asuhan keperawatan komunitas.