Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Penelitian Tentry Fuji Purwanti; M Iqbal Sutisna; Nur Faida Rahmi; Risha Tri Ananda; Farissa Dwi Agustin; Hana Isniasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5470

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥130 mmHg atau diastolik ≥80 mmHg yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensinya terus meningkat. Masyarakat di desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dengan riwayat hipertensi masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai terapi relaksasi nafas sebagai terapi nonfarmakologi untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Edukasi kesehatan yang diterima masyarakat belum sepenuh nya optimal, sehingga teknik relaksasi napas dalam belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dengan hipertensi mengenai relaksasi nafas dalam sebagai salah satu strategi pengelolaan hipertensi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi relaksasi napas dalam, yang melibatkan 20 peserta dengan riwayat hipertensi. Peserta diberikan penjelasan mengenai konsep relaksasi nafas dalam dan didampingin untuk mempraktikkan teknik secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab , serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi dan penurunan tekanan darah. Dengan demikian, penyuluhan yang disertai demonstrasi relakasi napas dalam memberikan kontribusi positif dalam pengendalian hipertensi nonfarmaklogi.
Pemanfaatan Perasan Labu Siam (Sechium Edule) sebagai Terapi Komplementer dalam Asuhan Keperawatan Komunitas pada Ny. T Penderita Hipertensi M Iqbal Sutisna; Unike Natasya Luis; Nidzar Erniansyah; Sheila Nurul Anisa; Diva Febriany Syakira; Rani Hardianti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3856

Abstract

Hipertensi menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat Indonesia dengan prevalensi mencapai 28,4% pada usia produktif menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023. Tingkat tertinggi ditemukan di Jawa Barat sebesar 32,6%. Terapi menggunakan obat menghadapi masalah kepatuhan rendah dan efek samping yang muncul. Pengabdian ini dilaksanakan untuk mencari terapi nonfarmakologis berbasis bahan alami. Perasan labu siam menawarkan solusi alternatif yang efektif dan terjangkau. Pengabdian ini menganalisis peran perasan labu siam sebagai terapi hipertensi nonfarmakologis. Hasilnya mendukung pendekatan asuha keperawatan berbasis bukti dalam komunitas. Metode pengabdian menggunakan quasi-eksperimental deskriptif. Peneliti memberikan asuhan keperawatan lengkap pada Ny.T di Bojongsoang menggunakan teknik total sampling, Bandung pada tanggal 27 hingga 29 Desember 2025, intervensi terdiri dari pemberian perasan labu siam 200cc sehari selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 150/80 mmHg menjadi 115/75 mmHg. Perasan labu siam terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terapi perasan labu siam (Sechium edule) ini diberikan sebanyak 200 cc/hari selama 3 hari pada pasien hipertensi. Prosedur mencakup persiapan alat dan bahan, pengukuran tekanan darah awal, pemrosesan labu siam (pencucian, pemotongan, perasan), pemberian jus, serta evaluasi 2 jam pasca-intervensi melalui pengukuran ulang dan demonstrasi mandiri pasien sesuai asuhan keperawatan komunitas.