Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI SUNNAH-HADIS: SEBUAH TELAAH KRITIS Annisa Lutfiyah; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelaah konsep sunnah–hadis melalui tiga lensa utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari sisi ontologis, kajian ini membahas hakikat dan status keberadaan hadis sebagai sumber ajaran Islam yang tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dan dinamis dalam sejarah umat. Secara epistemologis, penelitian ini mengkaji metode, standar, dan validitas pengetahuan hadis dengan menelusuri kekuatan sistem isnād klasik serta menilai relevansinya melalui pendekatan kontemporer seperti historiografi, analisis jaringan periwayat (isnād network analysis), dan pembacaan maqāṣidīyah. Sementara itu, dari aspek aksiologi, pembahasan diarahkan pada nilai, tujuan, dan fungsi etis-sosial hadis dalam kehidupan modern, dengan penekanan pada perlunya reorientasi pemahaman hadis yang selaras dengan maqāṣid al-syarīʿah. Hasil telaah menunjukkan bahwa hadis merupakan entitas multi-dimensional yang mengandung dimensi teks, praksis, dan konteks historis. Epistemologi tradisional ilmu hadis terbukti memiliki sistem verifikasi yang kokoh, namun memerlukan pelengkap berupa kritik historis dan analisis kontekstual agar tetap relevan dalam studi modern. Secara aksiologis, hadis memiliki potensi transformatif yang besar ketika dimaknai secara dinamis untuk menjawab tantangan etis, sosial, dan intelektual umat Islam kontemporer. Dengan demikian, artikel ini menawarkan sintesis metodologis antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan ilmiah modern dalam upaya memperkuat basis epistemologis serta memperluas horizon aksiologis studi hadis.
Relevansi Kajian Fonetik dan Fonologi dari Al-Aswat al-Lughawiyyah terhadap Pembelajaran Bunyi Bahasa Arab pada Pembelajar Indonesia Annisa Lutfiyah; Haniah Haniah; Amrah Kasim
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1024

Abstract

Arabic has a complex sound system, and many of its phonemes do not have direct equivalents in Indonesian, often causing Indonesian learners to experience difficulty in producing accurate pronunciation. Previous studies consistently indicate phonological problems such as sound substitution, difficulty distinguishing long and short vowels, and challenges in pronouncing emphatic, guttural, and uvular consonants. However, most of these studies remain descriptive and have not been sufficiently linked to a modern Arabic phonetic framework that may support pedagogical improvement. This study aims to analyze the relevance of Ibrāhīm Anīss phonetic and phonological concepts in Al-Aṣwāt al-Lughawiyyah to the teaching of Arabic sounds among Indonesian learners. This research employs a qualitative approach using library research and content analysis of Anīss primary text alongside secondary empirical studies and modern phonetic literature. The findings show that Anīss phonetic framework including articulation mechanisms, sound classification, and acoustic characteristics has significant relevance as a pedagogical foundation for explaining sound production scientifically and systematically rather than relying solely on memorization and imitation. The study recommends integrating Anīss phonetic perspectives into Arabic language instruction in Indonesia to help teachers design more effective pronunciation learning aligned with Indonesian learners phonological characteristics.