Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empowerment of Persons with Disabilities with Blind Jatabek through Tuina Chuzhen Massage Therapy Training Willie Japaries; Wijono Sukaputra Agussalim; Hedi Suanto Tjong; Metta Sari; Erni Chrisilia Suhendry; Aditya Prabowo Audisapta; Ony Susita; Adrianus Suyadi, S.J.; Anastasia S.P; Dian Susanti; Sutrisno; R.M. Alfian
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7240

Abstract

ABSTRACT Background: People with disabilities, especially the blind, are members of society who have limited vision. Therefore, they require specific methods to learn certain skills to earn a living. One such skill suitable for the blind is massage therapy, which can be learned without relying on sight, but relying on the sense of touch. Purpose: This paper aims to describe the experience of training blind people to perform a special massage treatment called Tuina Chuzhen. Methods: The experience of training blind people to perform Tuina Chuzhen massage is described chronologically and systematically from facts and primary data collected during six training sessions at the Daya Dharma Institute of the Archdiocese of Jakarta, with support from traditional Chinese medicine experts from the Nalanda Institute. Main Results: The Tuina Chuzhen massage training for 20 blind people went smoothly during six sessions over a period of one month. The training participants successfully mastered the Tuina Chuzhen method using the provided short wooden rods. Mastery of these skills was evident in the participants' recognition and their ability to pass the competency test conducted by the Nalanda Institute's assessment team after the training. Conclusion: Tuina Chuzhen massage training can bring tangible benefits to the visually impaired. Keywords: Massage, tuina Chuzhen, disability, visual impairment.
STRATEGI PC PERMABUDHI PEKANBARU DALAM PENGELOLAAN PELAYANAN KEAGAMAAN UNTUK MEWUJUDKAN KEHARMONISAN INTERNAL UMAT BUDDHA Suryanti; Sutrisno; Mujiyanto
Jotika Journal in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keharmonisan internal merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan beragama dan memperkuat solidaritas umat dalam suatu komunitas keagamaan. Dalam konteks umat Buddha, keberagaman latar belakang organisasi, tradisi, dan praktik keagamaan menuntut adanya pengelolaan pelayanan keagamaan yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh umat secara adil dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan pelayanan keagamaan yang dilakukan oleh PC Permabudhi Pekanbaru dalam mewujudkan keharmonisan internal umat Buddha di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus organisasi, tokoh agama, dan umat Buddha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan pelayanan keagamaan dilaksanakan melalui perencanaan partisipatif, penguatan komunikasi organisasi, pembinaan umat yang berkelanjutan, serta pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial yang inklusif. Nilai-nilai Buddhis seperti mettā, karuṇā, muditā, dan upekkhā menjadi landasan utama dalam pelaksanaan pelayanan. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan umat Buddha Kota Pekanbaru.