Keharmonisan internal merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan beragama dan memperkuat solidaritas umat dalam suatu komunitas keagamaan. Dalam konteks umat Buddha, keberagaman latar belakang organisasi, tradisi, dan praktik keagamaan menuntut adanya pengelolaan pelayanan keagamaan yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh umat secara adil dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan pelayanan keagamaan yang dilakukan oleh PC Permabudhi Pekanbaru dalam mewujudkan keharmonisan internal umat Buddha di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus organisasi, tokoh agama, dan umat Buddha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan pelayanan keagamaan dilaksanakan melalui perencanaan partisipatif, penguatan komunikasi organisasi, pembinaan umat yang berkelanjutan, serta pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial yang inklusif. Nilai-nilai Buddhis seperti mettā, karuṇā, muditā, dan upekkhā menjadi landasan utama dalam pelaksanaan pelayanan. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi umat, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan umat Buddha Kota Pekanbaru.
Copyrights © 2026