p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Reinha JAPB
Yanto Sandy Tjang
Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SANTO LONGINUS DALAM TRADISI GEREJA: KAJIAN ATAS DIMENSI HISTORIS, TEOLOGIS, DAN DEVOSIONAL Yanto Sandy Tjang; Amandus Suhaedi Dol; Laurentius Prasetyo; Felisitas Yuswanto
Jurnal Reinha Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v16i2.485

Abstract

Penelitian ini menganalisis figur Santo Longinus melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup dimensi historis, teologis, hagiografis, dan devosional. Meskipun narasi Injil hanya menyebut seorang prajurit dan centurion tanpa identitas personal dalam kisah sengsara, tradisi Gereja kemudian mengembangkan sosok “Longinus” sebagai saksi penyaliban yang mengalami pertobatan dan akhirnya dihormati sebagai santo. Kajian ini menunjukkan bahwa konstruksi figur Santo Longinus terbentuk melalui interaksi antara teks kanonik, tradisi apokrif, elaborasi hagiografis, serta penerimaan liturgis dan devosional dalam Gereja Timur dan Barat. Secara teologis, tindakan penusukan lambung Kristus dipahami sebagai momen pewahyuan misteri keselamatan, terutama melalui simbolisme darah-air yang sejak tradisi patristik dikaitkan dengan sakramen Baptisan dan Ekaristi serta gagasan Gereja yang lahir dari sisi Kristus. Dari perspektif historis–kultural, perkembangan legenda, ikonografi, dan devosi, termasuk venerasi relikui Holy Lance, memperlihatkan bagaimana memori kolektif Gereja membentuk identitas spiritual umat melalui figur Santo Longinus. Analisis kritis penelitian menegaskan bahwa signifikansi Santo Longinus tidak terletak pada kepastian historis, melainkan pada  daya  simbolisnya   sebagai  teladan  pertobatan, saksi iman dan representasi informasi rohani yang bersumber dari misteri salib. Dengan demikian, Santo Longinus dipahami bukan sekedar tokoh historis, melainkan konstruksi spiritual yang memadukan fakta biblis, tradisi, dan refleksi teologis serta berfungsi sebagai model pastoral yang menampilkan teladan pertobatan dan kesaksian iman Kristiani.
PERSPEKTIF AGAMA TENTANG KESETARAAN GENDER DI INDONESIA: ANALISIS TEOLOGIS DAN SOSIAL TERHADAP PERAN PEREMPUAN Yanto Sandy Tjang; Herkulana Mekarryani Soeryamassoka; Victoria Julianti Siska Ubeq; Vensius Rico Novi Andry; Theresia Lina Iswaraningsih; Yosephin Metauli Situmorang
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i2.488

Abstract

Gender equality has become a major concern in Indonesia’s religious life, influenced by patriarchal social structures and diverse interpretations of women’s roles. This study explores the theological foundations of gender equality in six official religions: Islam, Protestantism, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and Confucianism, and examines the gap between doctrinal ideals and socio-religious practices. Using a qualitative approach through literature review and interreligious comparative analysis, data were drawn from sacred texts, institutional documents, and academic works, analyzed through theological hermeneutics and sociological perspectives. Findings show that all religions recognize theological principles of gender equality, yet implementation is limited by patriarchal norms and historical traditions. Egalitarian values are often constrained by gender-biased structures. Inclusive theological reinterpretation is essential to align religious teachings with modern contexts and strengthen women’s participation in public and religious spheres. Achieving gender equality requires critical interfaith reflection to promote social justice and uphold human dignity.