p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BioHealth
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESELAMATAN PERALATAN PROTEKSI RADIASI TERHADAP RADIOGRAPHER PADA RUMAH SAKIT B PEKANBARU Ahmad Andriza Mustofa; Nur Hadziqoh; Nani Lasiyah
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kg555e26

Abstract

Paparan dari sinar radiasi bersifat akumulatif dan mengakibatkan banyak dampak berbahaya seperti efek stokastik dan non stokastik terhadap pekerja radiasi dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penerapan prosedur keselamatan radiasi yang memenuhi persyaratan dari standar peraturan Bapeten No.4 Tahun 2020. Pada peraturan ini, ditetapkan beberapa hal dalam upaya keselamatan radiasi antara lain adalah penggunaan Alat Pelindung Diri seperti Apron, Pelindung Mata dan Tiroid, Pelindung Tangan, serta penggunaan Dosimeter Pasif Personal untuk memonitor dosis yang diterima pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi SOP dari penggunaan Alat pelindung Diri dan Pemantauan Dosis Personal dari pekerja radiasi pada Radiologi Rumah Sakit B. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Komparatif dengan melakukan survey dan observasi langsung dalam melakukan pengambilan data dengan objek yang diamati berupa Alat Pelindung Diri dan Arsip Dosimeter Pasif Personal. Persentase dari kesesuaian penerapan peralatan proteksi radiasi akan diukur dengan menggunakan Checklist yang mengacu pada SOP Bapeten, dan setelah itu dilakukan wawancara sebagai data pendukung dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan persentase kesesuaian penerapan peralatan proteksi radiasi dengan sebagai berikut : Apron dengan persentase 87,5% dinyatakan memenuhi persyaratan, Pelindung Mata 83% memenuhi persyaratan, Sarung Tangan 37,5% Kurang memenuhi persyaratan, dan Pelindung Tiroid dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dikarenakan tidak tersedia pada Rumah Sakit B, serta penerapan dari penggunaan Dosimeter Pasif Personal dengan persentase 100% memenuhi persyaratan.
EVALUASI NILAI SIGMA PADA ALAT KIMIA KLINIK MENGGUNAKAN KONTROL KUALITAS PEMERIKSAAN ASAM URAT Nur Hadziqoh; Al Hafizh
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/c185fb47

Abstract

Kesalahan diagnosis medis merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan yang dapat berdampak fatal bagi pasien. Data dari Johns Hopkins University menyebutkan bahwa sekitar 795.000 orang di Amerika Serikat terdampak oleh kesalahan diagnosis setiap tahunnya, menjadikannya salah satu penyebab utama kematian di negara tersebut. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka ini adalah ketidakandalan alat pemeriksaan laboratorium, khususnya alat kimia klinik yang memiliki peran vital dalam proses diagnosis melalui analisis darah. Ketepatan hasil dari alat ini sangat menentukan pengambilan keputusan medis yang tepat. Seiring meningkatnya prevalensi penyakit asam urat secara global dengan peningkatan sebesar 13,6% per 100.000 penduduk termasuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi nilai sigma sebagai indikator performa alat kimia klinik A15 dalam pemeriksaan kadar asam urat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data sebanyak 30 kali selama 30 hari di salah satu laboratorium rumah sakit di Pekanbaru. Hasil pengukuran menunjukkan akurasi -11,62%, presisi 5,97%, total kesalahan 0,31%, dan nilai sigma sebesar 4,80. Semua nilai berada dalam batas toleransi yang ditetapkan, yaitu presisi <6%, total kesalahan <17%, dan sigma >3. Dengan nilai sigma > 3 alat kimia klinik A15  berada pada level 4 yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai alat diagnostik andal untuk pemeriksaan asam urat di laboratorium klinik.