Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN KONSEP “MENYAMA BRAYA” RUANG BERSAMA INDONESIA KELURAHAN KENDRAN, BULELENG, BALI Maria Veronica Gandha; Irene Syona Darmady; Agustinus Sutanto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/84z59171

Abstract

Pendekatan Arsitektur keseharian sering dilakukan sebagai pendekatan sebuah desain. Arsitektur keseharian pada perancangan 2 dimensi keruangan Ruang Bersama Indonesia memakai pendekatan konsep “Menyama Braya” yang merujuk pada kehidupan keseharian lokal masyarakat Kendran di Buleleng, Bali. Masyarakat Bali secara turun temurun telah memiliki penghayatan budaya keseharian yang kuat. Penghayatan budaya masyarakat Bali membangun keharmonisan sosial dan kebersamaan yang terintegrasi pada semua aspek kehidupan masyarakat Bali menjadi fokus pendekatan Ruang Bersama Indonesia di Kendran. Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenP3A) mempunyai tujuan untuk mewujudkan kota – kota di Indonesia yang ramah anak dan perempuan. Tujuan dari RBI Kendran melalui ruang keseharian masyarakat kelurahan Kendran dengan pendekatan konsep “Menyama Braya” adalah untuk dapat mewujudkan ruang bersama yang mempunyai keharmonisan sosial dan kebersamaan baik antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam maupun manusia dengan Tuhan. Konsep “Menyama Braya” dipakai untuk mewujudkan perancangan ruang 2 dimensi di RBI Kendran yang dapat menampung kegiatan sosial, interaksi, edukasi, seni dan budaya yang sesuai dengan kriteria RBI dari KemenP3A. Pendekatan konsep ini dilakukan dengan metode survei, pengamatan aktivitas, pengamatan keruangan dan wawancara kepada semua unsur masyarakat dan aktivitas di Kelurahan Kendran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis dari metode ini diharapkan dapat menghasilkan perancangan ruang 2 dimensi RBI yang ramah anak dan perempuan dapat diwujudkan sesuai dengan karakter keseharian dan kelokalan masyarakatnya yaitu “Menyama Braya”.