Muhammad Thalib
Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Semantic Frames of ‘Rabb’ in the Quran (A Cognitive Linguistics Approach Validated through Hadith Triangulation and Islamic Epistemological Framework) Slamet Riyadi; Muhammad Thalib
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 2 (2025): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v10i2.1175

Abstract

This study investigates the semantic frames and conceptual constructions of the term رَبّ (rabb/Lord) in the Quran through a cognitive linguistic approach, specifically Frame Semantics (Fillmore, 1982) and Conceptual Metaphor Theory (Lakoff & Johnson, 1980). While the concept of rububiyyah has been extensively studied theologically, systematic semantic-cognitive analysis of this fundamental concept remains limited. Using a mixed-methods design, we analyzed 25 representative verses from the Quranic Arabic Corpus through a five-stage frame identification protocol. Six primary semantic frames were identified: Divine_Creation, Divine_Provision, Divine_Guidance, Divine_Sovereignty, Divine_Nurturing, and Divine_Mercy, with significant differences in frame frequency between Makki and Madani revelations (χ²=18.47, p<0.01). Three dominant conceptual metaphors structure the concept of Rabb: RUBUBIYYAH IS NURTURING, RUBUBIYYAH IS SOVEREIGNTY, and DIVINE PROVISION IS DESCENDING. Findings were triangulated with classical tafsir (Ibn Kathir, al-Tabari), five sahih hadiths (Bukhari, Muslim), and Salafi scholarship (Ibn Uthaymin, Ibn Baz), demonstrating that cognitive linguistic methods can enhance semantic understanding of the Quran without compromising theological authenticity.
KECERDASAN SPIRITUAL DAN PSIKOLOGIS SEBAGAI SOLUSI KESEHATAN MENTAL GEN Z DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Solahudin Solahudin; Muslim Muslim; Muhammad Thalib
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.9408

Abstract

Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan generasi yang tumbuh dalam era digital dengan kemajuan teknologi dan arus informasi yang pesat. Di tengah berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan serius berupa meningkatnya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, dan krisis identitas. Faktor-faktor seperti tekanan sosial, tuntutan akademik, serta pengaruh negatif media sosial berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan psikologis pada generasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ) dan kecerdasan psikologis (emotional quotient/EQ) dalam perspektif Al-Qur’an sebagai solusi dalam menghadapi krisis kesehatan mental Gen Z. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis kepustakaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur psikologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan kecerdasan spiritual dan psikologis melalui konsep iman, sabar, tawakal, dzikir, tazkiyah, dan tafakkur, yang berfungsi sebagai strategi coping terhadap stres dan tekanan hidup. Kecerdasan spiritual membantu individu menemukan makna hidup dan ketenangan batin, sedangkan kecerdasan psikologis membantu dalam pengelolaan emosi dan hubungan sosial yang sehat. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani ke dalam kehidupan sehari-hari, Gen Z dapat membangun keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis yang berujung pada peningkatan kesejahteraan mental (mental well-being). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan psikologi Islam serta manfaat praktis bagi pendidik, keluarga, dan praktisi kesehatan mental dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan kehidupan modern.