Siti Kusnul Khotimah
Primaya Hospital Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Job Rotation And Workload As Predictors Of Work Stress Among Healthway Indonesia Employees During The Covid-19 Pandemic: Mutasi Kerja Dan Beban Kerja Sebagai Prediktor Stres Kerja Pada Karyawan Healthway Indonesia Di Masa Pandemi Covid-19 Rahmat Kurniawan; Widiya Ningsih; Supriadi B.; Nurmiaty Nurmiaty; Sumiaty Sumiaty; Siti Kusnul Khotimah; Saman Saman; Azwar Azwar
Salando Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v4i1.4205

Abstract

Pendahuluan: Awal tahun 2020 masyarakat didunia dibuat khawatir dengan masuknya virus COVID-19 . Lebih dari 152.000 orang telah terkonfirmasi meninggal dunia karena COVID-19. Dari maraknya kasus COVID-19 ini, banyak laboratorium yang membuka untuk tes COVID-19 seperti PCR dan antigen, salah satunya yaitu Healthway Indonesia. Dari maraknya kasus COVID-19 ini banyak karyawan Healthway Indonesia mengalami mutasi kerja dan beban kerja, salah satunya karena tuntutan dari manajemen dan keluhan-keluhan dari pasien. Dari mutasi kerja dan beban yang di alami karyawan Healthway Indonesia mengakibatkan sejumlah karyawan mengalami stress kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Mutasi Kerja Dan Beban Kerja Dengan Stress Kerja Pada Karyawan Healthway Indonesia Di Masa Pandemi COVID-19. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan menggunakan desain analtik dengan pendekatan Cross sectional. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner melalui google form yang di share ke dalam grup wahatsapp karyawan Healthway Indonesia sebanyak 100 responden. Analisa data menggunakan Uji Chi Square, berdasarkan analisa data dengan Uji Chi Square dengan derajat kemaknaan p <0,05 (5%). Hasil uji statistik didapatkan nilai (Pvalue = 0,005) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Mutasi Kerja Dan Beban Kerja Dengan Stress Kerja Pada Karyawan Healthway Indonesia Di Masa Pandemi COVID-19. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan bagi institusi dapat dijadikan sebagai bahan referensi, sumber, data dan juga informasi mengenai hungan antara tingkat religiusitas dengan tingkat kecemasan dimasa pandemi COVID-19.
Kualitas Hidup Postpartum: Studi Komparatif antara Pasien Post-SC dan Post-ERACS Rahmat Kurniawan; Novi Widiah Indriani; Nurmiaty Nurmiaty; Supriadi B.; Sova Evie; Novica Ariyanti Putri; Eli Saripah; Siti Kusnul Khotimah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6 No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12690

Abstract

Pendahuluan penelitian ini adalah Kualitas Hidup Kesehatan Postpartum merupakan pemberian pelayanan kesehatan dengan didasarkan hasil pengukuran kualitas hidup akan menghasilkan suatu pelayanan kesehatan yang komprehensif. Ibu postpartum mengalami penurunan kualitas hidup karena nyeri yang dialami dari persalinan SC. Metode ERAS adalah teknik baru dalam pembiusan dengan prinsip perawatan perioperatif yang berbasis bukti, pendekatan secara multidisiplin serta dilakukan secara tim, dilakukan audit berkelanjutan dan terus dikembangkan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan kualitas hidup postpartum berdasarkan jenis persalinan di rsu kota Tangerang selatan dan rs permata sarana husada. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian komperatif. Penelitian ini dilakukan di 2 rumah sakit pada bulan Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post sc dan post eracs dengan jumlah 68 ibu yang melahirkan secara eracs dan sc. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien Eracs dan Sc di RSU Kota Tangerang Selatan dan RS Permata Sarana Husada (p-value = 0,000). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien post sc dan post ERACS.