Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Industri Media Televisi di Tengah Era Digitalisasi dan Konvergensi Media Baru Erwin Mulyadi
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 6 No. 1 (2019): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini hendak memaparkan tantangan yang dialami oleh industri media televisi khususnya menyikapi perkembangan teknologi televisi digital dan hadirnya era konvergensi media. Industri media saat ini tengah dihadapkan pada perubahan teknologi dan masuknya era konvergensi. Teknologi informasi dalam wujud media baru menggunakan internet di lain pihak terus bermunculan memberi alternatif informasi selain isi media yang ada di televisi. Hadirnya layanan seperti Youtube dan video streaming tidak bisa dipungkiri telah mengubah cara orang menonton, dan semua ini menjadi tantangan berat bagi industri pertelevisian karena media baru berpadu dengan peranti genggam secara fungsi bisa menggantikan peran televisi. Revolusi digital merupakan terjadinya konvergensi antara komputer, konten dan komunikasi. Proses integrasi antara industri penyedia konten (media), proses komputasi (teknologi informasi) dan komunikasi (jaringan telekomunikasi dan penyiaran) menjadi sebuah raksasa baru di bidang komunikasi dan media. Dalam melihat arah industri penyiaran ke depan, muncul polemik terkait perumusan konsep single mux atau multi mux dalam penataaan frekuensi televisi digital. Pada single mux, penggunaan frekuensi sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Sebaliknya pada multi mux, penggunaan berada oleh banyak pemegang lisensi, swasta hingga pemerintah. Televisi pun pada akhirnya tidak bisa lagi terbatas pada satu jenis teknologi dan satu jenis layanan melainkan menjadi televisi digital interaktif yang terdiri dari berbagai teknologi dan keragaman aplikasi, layanan, dan konten yang berbeda. Apakah konvergensi media menjadi ancaman atau menjadi solusi bagi industri televisi? Bagaimana kiat media massa untuk bertahan ditengah konvergensi dan hadirnya era media baru?
ANALISA PEMAKAIAN TEKNIK SEARCH ENGINE OPTIMIZATION (SEO) PADA MEDIA BERITA ONLINE DALAM MEDIA SUSTAINABILITY Erwin Mulyadi; Tri Suharman
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 11 No. 1 (2024): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/pmppn619

Abstract

Saat media berita beralih dari bentuk cetak ke online, setidaknya telah ada 47.000 media berita online yang dalam model bisnisnya memerlukan sokongan penghasilan melalui iklan. Persaingan semakin rumit karena pemasang iklan semakin selektif dalam memilih media online yang akan dipilih. Media online harus menyusun straregi untuk meningkatkan trafficnya, dengan tujuan dapat memberikan kepercayaan dari pemasang iklan. SEO digunakan untuk mempengaruhi visibilitas sebuah situs web (website) atau aplikasi di halaman hasil pencarian mesin pencari atau search engine results page (SERP), berdasarkan kata kunci (keyword) tertentu. Penelitian ini dilandasi akan keinginan peneliti untuk mencari fakta-fakta mengenai teknik SEO dan menganalisa secara deskriptif dalam upaya keberlangsungan bisnis media online. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa SEO yang ditujukan untuk menaikkan traffic belum tentu berdampak pada pendapatan iklan, dan media online perlu mencoba model bisnis lain untuk menjaga keberlanjutan usaha medianya.