Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Isi Pesan Promosi dalam Film Bertaut Rindu Erwin Mulyadi; Hanindito Rahmanda; Dio Irsandi
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 12 No. 2 (2025): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/bw0qwj79

Abstract

Perkembangan industri perfilman Indonesia yang semakin pesat turut meningkatkan tingkat persaingan antar rumah produksi, sehingga strategi promosi menjadi faktor penting dalam menarik perhatian audiens. Promosi film tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai proses komunikasi yang membentuk persepsi dan keterlibatan penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi film Bertaut Rindu yang dilakukan oleh PT SinemArt Indonesia dengan menggunakan konsep Integrated Marketing Communications (IMC), serta mengkaji isi pesan promosinya melalui pendekatan Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa isi dan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pihak SinemArt yang terlibat dalam perencanaan promosi, serta studi dokumentasi terhadap berbagai materi dan aktivitas promosi film. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi penerapan elemen IMC dan jalur penyampaian pesan dalam promosi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SinemArt menerapkan strategi promosi film secara terintegrasi dengan memanfaatkan berbagai elemen IMC, seperti periklanan, hubungan masyarakat, kegiatan promosi berbasis acara dan pengalaman, serta pemasaran digital melalui media sosial. Analisis berdasarkan ELM menunjukkan bahwa pesan promosi film Bertaut Rindu disampaikan melalui dua jalur, yaitu jalur sentral dan jalur periferal. Jalur sentral terlihat melalui penyampaian narasi cerita, tema film, dan tagline, sedangkan jalur periferal diwujudkan melalui aktivitas promosi berbasis pengalaman, seperti instalasi Ruang Bertaut Rindu dan kegiatan pre-screening. Penggunaan kedua jalur tersebut memungkinkan audiens memproses pesan promosi secara rasional maupun emosional, sehingga mampu meningkatkan efektivitas promosi film.