Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Manajemen Kreatif Kerabat Kerja Produksi Acara Televisi Rusman Latief; Adryans; Yusiatie
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 2 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/rvzwsz27

Abstract

Manajemen kreatif adalah istilah lain dari manajemen produksi acara televisi baik untuk produksi studio (indoor) menggunakan multi kamera dengan teknik live on tape, baik untuk siaran langsung maupun rekaman. Juga untuk manajemen produksi luar studio (outdoor) dengan menggunakan teknik single camera dan/atau film style atau juga teknik master scene dan triple take. Dengan tumbuh kembangnya lembaga pendidikan bidang penyiaran (broadcasting) di mana para peserta didik diajarkan berbagai pengetahuan dan keterampilan memproduksi acara televisi, termasuk film, konten untuk multi media; media online, dan media sosial, menjadikan peserta didik, memiliki pengetahuan dan keterampilan, multi skill dan multi tasking dalam berbagai fungsi kerja produksi karya audio visual (acara televisi). Mulai dari praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Tidak hanya, pengetahuan dan keterampilan yang berkembang pada peserta didik bidang penyiaran, yang saat ini sudah dan akan bekerja di industri televisi, tetapi juga teknologi siaran dan produksi ragam content dan packaging acara televisi kian berkembang. Memberikan ruang kepada kerabat kerja atau kru, dalam hal kreativitas, kemudahan, efisiensi dan efektivitas dalam berkarya. Dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) yang multiskill dan multitasking serta didukung teknologi modern, menyebabkan terjadi tranformasi manajemen produksi yang memengaruhi unsur-unsur dalam proses produksi dan output karya yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekataan penelitian studi dokumen (document study), dan juga menggunakan pendekatan pengamatan alami (natural observation). Hasil penelitian yang diperoleh, bahwa transformasi manajemen kreatif produksi acara televisi, mengalami perubahan. Utamanya, pada unsur-unsur, jumlah kerabat kerja (crew) yang terlibat dalam produksi acara televisi berkurang, demikian juga dengan biaya produksi, dan durasi produksi yang semakin singkat.
Mendesain Program Televisi Talk Show Serious Discussion Menggunakan Rumus Creative Eduard Yusiatie; Rusman Latief; Dicki Bagus Chandra; Dian
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 11 No. 1 (2024): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/reqrxs14

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang proses desain produksi program televisi talk show jenis serious discussion menggunakan rumus Eduard yang fokus pada desain format dan target audiens sebagai dasar kreativitas merumuskan desain program. Rumus Eduard adalah rumus yang diperkenalkan Rusman Latief dan Yusiatie Utud dalam Buku “Kreatif Film Iklan Layanan Masyarakat Era Digital” Rumus ini, dapat diaplikasikan untuk mendesain produksi film Iklan Layanan Masyarakat (ILM), namun, rumus ini juga dapat digunakan untuk mendesain program televisi khususnya program talk show. Tujuan dari penelitian, selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang desain produksi program televisi, bagi pekerja di industri televisi, para sineas, mahasiswa jurusan perfilman dan penyiaran multi media, juga diharapkan dapat menjadi salah satu metode kreatif dalam merumuskan desain produksi program televisi yang lebih mengakomodasi kepentingan audiens untuk mendapatkan informasi dan hiburan yang sehat dan bermanfaa Ada pun alasan melakukan penelitian ini, karena dalam proses desain produksi program televisi selama ini, selalu menggunakan pendekatan segmentasi, yaitu demografis, geografis, dan psikografis. Di era teknologi digital ini, kurang efektif lagi. sehingga dibutuhkan pendekatan lain sebagai pendamping agar desain program lebih tepat pada target audiensnya. Selain itu untuk pemicu kreativitas dalam desain kemasan program. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumen (document study). Mengumpulkan informasi dan data dari berbagai sumber di antaranya, buku, media online, jurnal ilmiah dan lainnya. Didukung juga dengan pendekatan pengamatan alami (natural observation), melakukan pengamatan menyeluruh pada objek penelitian. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa dalam mendesain program televisi talk show serious discussion, pendekatan rumus Creative Eduard, dapat menjadi salah satu pilihan pendamping pendekatan segmentasi untuk mendapatkan unsur-unsur kreatif kemasan dan juga agar lebih focus pada target sasaran audiens program. 
Teknik Perekaman dalam Produksi Studio Multi-Kamera untuk Program Televisi Nondrama Yusiatie; Rusman Latief
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 12 No. 1 (2025): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/pz1m2y84

Abstract

Produksi acara nondrama di studio televisi, khususnya yang menggunakan teknik perekaman multicamera, memerlukan penerapan teknik perekaman yang tepat untuk menghasilkan tayangan dengan kualitas yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci teknik-teknik perekaman yang digunakan dalam produksi acara nondrama, mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang sering muncul selama proses produksi, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses produksi, wawancara mendalam dengan kru studio, dan analisis dokumentasi teknis yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan teknik multicamera, sistem switching secara langsung, serta pengaturan a udio dan pencahayaan yang terstruktur memainkan peran penting dalam kesuksesan produksi acara nondrama. Namun, kendala teknis yang sering dihadapi, seperti masalah sinkronisasi antar kamera dan kualitas audio, tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui manajemen produksi yang lebih terorganisir dan koordinasi antar kru yang lebih efektif.