Ni Made Suartini
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Jenis-Jenis Diatom di Sungai Asahan dan Bak Mandi Sekitar Kabupaten Toba Putri Karenina Siregar; I Ketut Junitha; Ni Made Suartini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p6

Abstract

Diatom adalah organisme uniseluler, mikroskopis, serta tersusun dari dinding silika yang tahan terhadap pemanasan dan pengasaman. Diatom dapat ditemukan di berbagai jenis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan jenis diatom yang ditemukan di Sungai Asahan dan bak mandi sekitar Kabupaten Toba. Sampel air diambil sebanyak 50 liter di tiap lokasi kemudian disaring menggunakan plankton net dan ditampung dalam botol kaca 25 ml. Sampel dalam botol diberi 10 tetes larutan iodin sebagai pengawet. Identifikasi diatom dilakukan dengan mengamati karakter morfologi dan morfometri menggunakan Image Raster III. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dan mengacu pada pustaka untuk menentukan jenis diatom. Hasil penelitian ini memperoleh sebanyak 40 jenis diatom dari 21 genus, 13 famili, sembilan ordo, dan satu kelas yang sama Bacillariophyceae. Sebanyak 37 jenis diatom ditemukan dari sampel air Sungai Asahan. Hanya empat jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi I. Demikian pula, hanya dua jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi III. Namun, lebih banyak jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi II, yaitu 14 jenis. Empat belas jenis diatom ditemukan baik di Sungai Asahan maupun di bak mandi. Jumlah sel diatom yang paling ditemukan adalah jenis Aulacoseira granulata. Kata kunci: bak mandi, diatom, sungai
Formulasi Sediaan Lotion Antinyamuk Dari Ekstrak Daun Malapari (Pongamia Pinnata (L.) Pierre) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti (Linnaeus, 1762) I Gusti Ayu Suasthiti Asri; Ni Luh Arpiwi; Ni Made Suartini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p2

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menyebarkan beberapa jenis penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis, Chikungunya dan Japanese encephalitis. Masyarakat diharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan nyamuk khususnya pada nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab DBD. Salah satu cara untuk memberikan perlindungan kulit dari gigitan nyamuk dan dapat diterapkan sehari-hari secara terus-menerus yaitu dengan mengaplikasikan bahan antinyamuk kedalam lotion yang terbuat dari ekstrak daun malapari yang memiliki beberapa senyawa kandungan tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai antinyamuk diantaranya: flavonoid, steroid, alkaloid dan terpenoid. Pembuatan ekstrak daun malapari pada lotion ini menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi. Adapun tujuan dari pembuatan lotion antinyamuk yaitu untuk mengetahui daya proteksi lotion antinyamuk dengan konsentrasi yang berbeda terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti dan mengetahui tingkat kesukaan probandus terhadap lotion antinyamuk ekstrak daun malapari. Hasil uji daya proteksi menunjukkan persentase daya proteksi berbeda nyata antar perlakuannya (P<0,05). Formulasi lotion F3 memiliki daya proteksi tertinggi hingga jam ke-5, kemudian lotion F2 dengan daya proteksi hingga jam ke-2, lalu lotion F1 dengan daya proteksi hanya di jam ke-1, dan lotion F0 yang sama sekali tidak memiliki daya proteksi dari jam ke-1 hingga jam ke-6. Tingkat kesukaan probandus terhadap formulasi lotion F1 mendapat penilaian sangat disukai, kemudian lotion F0 mendapat penilaian suka, lotion F2 dengan penilaian tidak suka dan lotion F3 mendapat penilaian sangat tidak disukai oleh probandus. Kata kunci: antinyamuk, Aedes aegypti, lotion, malapari
Jenis-Jenis Diatom di Sungai Asahan dan Bak Mandi Sekitar Kabupaten Toba Putri Karenina Siregar; I Ketut Junitha; Ni Made Suartini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p6

Abstract

Diatom adalah organisme uniseluler, mikroskopis, serta tersusun dari dinding silika yang tahan terhadap pemanasan dan pengasaman. Diatom dapat ditemukan di berbagai jenis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan jenis diatom yang ditemukan di Sungai Asahan dan bak mandi sekitar Kabupaten Toba. Sampel air diambil sebanyak 50 liter di tiap lokasi kemudian disaring menggunakan plankton net dan ditampung dalam botol kaca 25 ml. Sampel dalam botol diberi 10 tetes larutan iodin sebagai pengawet. Identifikasi diatom dilakukan dengan mengamati karakter morfologi dan morfometri menggunakan Image Raster III. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dan mengacu pada pustaka untuk menentukan jenis diatom. Hasil penelitian ini memperoleh sebanyak 40 jenis diatom dari 21 genus, 13 famili, sembilan ordo, dan satu kelas yang sama Bacillariophyceae. Sebanyak 37 jenis diatom ditemukan dari sampel air Sungai Asahan. Hanya empat jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi I. Demikian pula, hanya dua jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi III. Namun, lebih banyak jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi II, yaitu 14 jenis. Empat belas jenis diatom ditemukan baik di Sungai Asahan maupun di bak mandi. Jumlah sel diatom yang paling ditemukan adalah jenis Aulacoseira granulata. Kata kunci: bak mandi, diatom, sungai
Formulasi Sediaan Lotion Antinyamuk Dari Ekstrak Daun Malapari (Pongamia Pinnata (L.) Pierre) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti (Linnaeus, 1762) I Gusti Ayu Suasthiti Asri; Ni Luh Arpiwi; Ni Made Suartini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p2

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menyebarkan beberapa jenis penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis, Chikungunya dan Japanese encephalitis. Masyarakat diharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan nyamuk khususnya pada nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab DBD. Salah satu cara untuk memberikan perlindungan kulit dari gigitan nyamuk dan dapat diterapkan sehari-hari secara terus-menerus yaitu dengan mengaplikasikan bahan antinyamuk kedalam lotion yang terbuat dari ekstrak daun malapari yang memiliki beberapa senyawa kandungan tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai antinyamuk diantaranya: flavonoid, steroid, alkaloid dan terpenoid. Pembuatan ekstrak daun malapari pada lotion ini menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi. Adapun tujuan dari pembuatan lotion antinyamuk yaitu untuk mengetahui daya proteksi lotion antinyamuk dengan konsentrasi yang berbeda terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti dan mengetahui tingkat kesukaan probandus terhadap lotion antinyamuk ekstrak daun malapari. Hasil uji daya proteksi menunjukkan persentase daya proteksi berbeda nyata antar perlakuannya (P<0,05). Formulasi lotion F3 memiliki daya proteksi tertinggi hingga jam ke-5, kemudian lotion F2 dengan daya proteksi hingga jam ke-2, lalu lotion F1 dengan daya proteksi hanya di jam ke-1, dan lotion F0 yang sama sekali tidak memiliki daya proteksi dari jam ke-1 hingga jam ke-6. Tingkat kesukaan probandus terhadap formulasi lotion F1 mendapat penilaian sangat disukai, kemudian lotion F0 mendapat penilaian suka, lotion F2 dengan penilaian tidak suka dan lotion F3 mendapat penilaian sangat tidak disukai oleh probandus. Kata kunci: antinyamuk, Aedes aegypti, lotion, malapari