Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Intensitas Mengikuti Kajian Islami terhadap Pembentukan Akhlak Remaja Mesjid Nurul Ikhlas Kota Padang: Pendekatan Kualitatif dalam Pendidikan Agama Islam Sitto Rahmana
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.26437

Abstract

Fenomena degradasi akhlak remaja menjadi perhatian penting dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara intensitas mengikuti kajian Islami dengan pembentukan akhlak remaja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah remaja usia 15–20 tahun yang rutin mengikuti kajian Islami di Mesjid Nurul Ikhlas Kelurahan Air Tawar Timur Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas mengikuti kajian Islami memberikan dampak signifikan terhadap perubahan perilaku, kedisiplinan ibadah, kontrol diri, etika sosial, dan tanggung jawab pribadi. Kajian Islami terbukti menjadi sarana pembinaan moral sebagaimana prinsip yang termaktub dalam Al-Qur’an, antara lain QS. Luqman:13–19, QS. Al-Ahzab:70, QS. An-Nahl:125, dan lainnya. Penelitian ini menegaskan bahwa kajian Islami berperan sebagai media internalisasi nilai akhlak mulia serta penguatan karakter religius remaja.
Integrasi Media Sosial dalam Literasi Dakwah Digital Pelajar Sekolah Menengah Sitto Rahmana
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media has transformed how adolescents access information, interact, and produce digital content. This transformation creates both opportunities and risks, particularly related to misinformation, low digital literacy, and weak communication ethics. This community service program aims to improve secondary school students’ ability to produce creative, moderate, and responsible digital da’wah content through social media. The program applied an Asset-Based Community Development (ABCD) approach with a participatory model. It involved 28 junior high school students through asset mapping, training sessions, content production workshops, mentoring, and evaluation. Evaluation instruments included pre-test and post-test assessments, skill rubrics, and participant response questionnaires. The results show an increase in the average knowledge score from 78 to 86. Participants successfully produced three digital da’wah contents, including short videos, posters, and infographics, of which three were approved for publication after content curation. Participant responses were categorized as good with an average score of 85 percent, indicating improved understanding of information literacy, digital da’wah ethics, and media production skills. In conclusion, the program is effective in enhancing students’ competence as producers of digital da’wah content. Sustainability requires continuous support from schools, teachers, and student organizations to build a long-term digital da’wah ecosystem.
Pengaruh Keaktifan Mengikuti Kajian Keagamaan terhadap Akhlak Bermedia Sosial Remaja Masjid Jami’ Birugo Kota Bukittinggi Sitto Rahmana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10878

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa tantangan baru dalam pembinaan akhlak remaja, khususnya terkait etika komunikasi digital, penyebaran informasi, dan tanggung jawab bermedia sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaktifan mengikuti kajian keagamaan terhadap akhlak bermedia sosial remaja Masjid Jami’ Birugo Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan mengikuti kajian keagamaan berada pada kategori tinggi (M = 43,09), demikian pula akhlak bermedia sosial (M = 56,31). Analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan keaktifan mengikuti kajian keagamaan terhadap akhlak bermedia sosial (β = 0,570; t = 3,985; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,325) mengindikasikan bahwa keaktifan mengikuti kajian keagamaan mampu menjelaskan 32,5% variasi akhlak bermedia sosial remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam kajian keagamaan berkontribusi terhadap penguatan perilaku digital yang mencerminkan nilai-nilai Islam, seperti tabayyun, kesantunan komunikasi, tanggung jawab, pengendalian diri, dan pemanfaatan media sosial secara positif. Oleh karena itu, kajian keagamaan di masjid perlu dikembangkan secara lebih kontekstual sebagai media pembinaan akhlak digital remaja pada era digital.