Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen pendidikan dalam menginternalisasi nilai-nilai ekoteologi untuk membangun kultur Green Pesantren berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Kahfi Cirebon. Masalah utama penelitian terletak pada belum terhubungnya pengetahuan keagamaan tentang kebersihan dan pelestarian alam dengan sistem manajerial yang membentuk kebiasaan ekologis santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui telaah dokumen, observasi lingkungan pesantren, dan kajian literatur tentang manajemen pendidikan Islam, ekoteologi, habituasi, serta eco-pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi lingkungan pesantren yang dilaksanakan selama periode Januari–Maret 2026, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas pengasuh pesantren, pengelola pesantren, ustadz, pengurus santri, dan santri yang terlibat dalam program lingkungan. Fokus observasi mencakup kondisi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pemanfaatan air, perawatan ruang hijau, serta pelaksanaan program lingkungan pesantren. Data dianalisis menggunakan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) dan diperkuat melalui pemetaan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi ekoteologi dapat dilakukan melalui perencanaan visi ekologis, pengorganisasian satgas lingkungan santri, pelaksanaan program habituasi seperti LISA, Jumat Bersih, diet plastik, Green House, dan Balai Latihan Kerja, serta pengawasan melalui audit lingkungan dan sistem reward-punishment edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa kultur Green Pesantren tidak cukup dibangun melalui nasihat normatif, tetapi memerlukan tata kelola pendidikan yang terukur, konsisten, dan partisipatif.