Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI LITERASI DINI: PRAKTIK MEMBACA NYARING BERBASIS BUKU AUDIO DIGITAL SEBAGAI SARANA PEMANTAPAN FONOLOGI ANAK USIA DINI Andi Saadillah; Andi Ulfianti; Nur Intan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.34944

Abstract

Phonological skills are the main foundation of early literacy, which plays an important role in the reading and writing readiness of early childhood. Phonological awareness, such as the ability to recognize phonemes and syllables, can be developed through various strategies. One method that has been proven effective in developing phonological awareness is reading aloud. In this activity, educators read books to children with appropriate intonation, emphasis, and expressions that bring the text to life. In the context of technological developments and digital learning, conventional approaches need to be adapted to be more engaging and in line with the learning characteristics of today's children. A potential form of transformation is the use of digital audiobooks in reading aloud activities. This medium is believed to enrich children's listening experience and increase their interest in the text being read. By utilizing sound technology and professional narration, digital audio books can strengthen the sound and rhythm aspects of children's stories. The research method used a descriptive qualitative approach. Data collection techniques included participatory observation, interviews, and documentation. The results of the study show that audiobook-based reading aloud practices are effective in increasing children's engagement and facilitating teachers in phonological learning. Children showed significant phonological development, especially in imitating sounds, repeating words, and recognizing rhymes.  The child-teacher-media interaction showed a new dynamic, namely that digital media can trigger courage, curiosity, and cooperation among children.
Gelora Literasi Keluarga: Pemberdayaan Guru Dan Orangtua Melalui Pendampingan Membaca Nyaring Berbasis Teknologi Audio Digital Untuk Anak Sekolah Dasar Andi Saadillah; Samsuddin Samsuddin; Rasmiati Rasyid; Rahma Mawadda; Widya Saleh Az-Zahra Mawadda; Andi Ulfianti
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i5.2987

Abstract

Aktivitas literasi anak di SDN 1 Oneeha, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, masih bertumpu pada pembelajaran di sekolah, sementara budaya membaca di keluarga belum terbangun secara konsisten. Meskipun Gerakan Literasi Sekolah telah dilaksanakan, keterampilan orangtua dalam mendampingi membaca nyaring, ketersediaan bahan bacaan, variasi media, dan pemanfaatan teknologi literasi digital masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan orangtua dalam membangun budaya membaca anak secara terstruktur dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi audio digital. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan membaca nyaring berbasis teknologi audio digital bagi guru, pelatihan penggunaan buku audio digital bagi orangtua, pendampingan praktik melalui tugas rumah literasi dan komunikasi sekolah–keluarga, serta evaluasi berkala. Guru berperan sebagai mitra utama dan penggerak literasi keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan respons sangat positif dengan capaian keseluruhan 89,48% (kategori sangat tinggi), dibandingkan kondisi awal sebesar 62,04% (kategori sedang). Temuan menunjukkan bahwa integrasi peran guru, keterlibatan orangtua, praktik membaca nyaring, dan teknologi audio digital efektif memperkuat budaya literasi keluarga. Pendekatan kolaboratif tersebut mendorong aktivitas membaca anak yang lebih aktif, interaktif, terstruktur, dan berkelanjutan.