Chairul Amriyah
Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI ILMU DUNIA DAN AKHIRAT: MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI ILMU DUNIA DAN AKHIRAT Annisa Abdillah Wijaya; Patonah; Chairul Amriyah; Deti Elice
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang pengelolaan kurikulum dalam pendidikan Islam yang menggabungkan ilmu dunia dan ilmu akhirat, serta menemukan tantangan yang muncul saat kurikulum ini diterapkan. Manajemen kurikulum adalah cara mengatur dan menyusun berbagai komponen dalam kurikulum agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara seimbang. Dalam pendidikan Islam, manajemen kurikulum tidak hanya berkaitan dengan aspek belajar mengajar, tetapi juga mencakup penggabungan antara ilmu dunia seperti sains, teknologi, dan keterampilan dengan ilmu agama, nilai moral, dan akhlak. Hal ini bertujuan untuk membentuk individu yang beriman dan berakhlak baik sekaligus memiliki pengetahuan. Penggabungan kedua aspek ini merupakan dasar pemikiran utama dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam.
Pengembangan Instrumen Tes Berbasis Problem solving pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 4 Berta Pamelia; Chairul Amriyah; M. Muchsin Afriyadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.579

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan instrumen penilaian berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Guru cenderung menggunakan soal berbasis LOTS (Lower Order Thinking Skills), sehingga peserta didik kurang terstimulasi untuk mengembangkan keterampilan problem solving . Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen tes berbasis problem solving  pada mata pelajaran IPAS kelas IV yang valid, reliabel, praktis, serta sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap. Penelitian dilaksanakan di MIN 01 dan MIN 10 Bandar Lampung dengan partisipan 15 siswa untuk uji coba terbatas dan 30 siswa untuk uji coba lebih luas, serta melibatkan guru IPAS, ahli materi, dan ahli evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, validasi ahli, angket, serta tes problem solving , kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan termasuk kategori sangat layak, reliabel, menarik, serta praktis digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian, instrumen tes berbasis problem solving  ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik sekolah dasar. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas instrumen ini pada skala yang lebih luas, mengintegrasikannya dengan asesmen berbasis digital, serta mengeksplorasi kontribusinya terhadap capaian kompetensi lain seperti kreativitas dan kolaborasi.
Penggunaan Lagu Daerah dalam Membentuk Rasa Nasionalisme Peserta Didik di Sekolah Dasar Ramdani Aulia Marcel; Chairul Amriyah; Muhammad Muchsin Afriyadi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10909

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya keterhubungan peserta didik dengan budaya lokal di tengah globalisasi digital serta pembelajaran nasionalisme yang masih cenderung normatif. Penelitian bertujuan mensintesis penggunaan lagu daerah dalam membentuk nasionalisme peserta didik sekolah dasar melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA 2020 dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Artikel dari Scopus, Google Scholar, dan Semantic Scholar (2020–2025) diseleksi, dinilai menggunakan MMAT 2018, diekstraksi, dan disintesis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa lagu daerah berfungsi sebagai media pengenalan budaya lokal, pembelajaran nilai tradisi, dan penghubung identitas lokal serta nasional. Nilai yang berkembang meliputi cinta tanah air, kebanggaan budaya, penghargaan terhadap keberagaman, gotong royong, persatuan, toleransi, dan kesadaran kebangsaan. Analisis bibliometrik juga menunjukkan bahwa hubungan langsung antara lagu daerah dan nasionalisme masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu daerah berpotensi menjadi media pembelajaran nasionalisme yang kontekstual, afektif, dan partisipatif.
Integration of Religious Character in Learning at Nature Schools Lukman Hakim Lubis; Chairul Amriyah; Muhammad Muchsin Afriyadi; Ilham Syaifur Ridho
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 8 No. 2 (2025): VOLUME 8, NUMBER 2, 2025
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v8i2.94407

Abstract

This article systematically reviews previous studies on the integration of religious character values in learning at Nature-Based Schools using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were collected from Google Scholar via Publish or Perish 8 (limited to journals indexed in Sinta 2 and above) and from Scopus through direct database searches. The literature selection followed the PRISMA 2020 protocol, yielding 4 eligible studies. Data were analyzed using NVivo 15 through four thematic analysis stages: coding, categorizing, interpreting, and thematic mapping. The findings reveal that the five dimensions of religiosity proposed by Glock and Stark—belief, knowledge, experience, practice, and consequences are comprehensively implemented in learning at Nature-Based Schools. Belief and knowledge serve as spiritual and intellectual foundations, while experience, practice, and consequences are reflected in students’ moral and reflective behaviors. The integration of these values is realized through Experiential Learning as the core foundation, where learning occurs through direct experience, reflection, and socio-spiritual engagement. This approach encompasses the Humanistic Approach, Contextual Teaching and Learning (CTL), Religious Spiritual Approach, and Ecopedagogical Approach, which internalize religious values through social projects, outdoor learning, salat dhuha, charity, and positive habituation. Teachers act as moral exemplars and value facilitators. Overall, Experiential Learning proves effective in fostering holistic religious character formation.