Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan instrumen penilaian berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Guru cenderung menggunakan soal berbasis LOTS (Lower Order Thinking Skills), sehingga peserta didik kurang terstimulasi untuk mengembangkan keterampilan problem solving . Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen tes berbasis problem solving pada mata pelajaran IPAS kelas IV yang valid, reliabel, praktis, serta sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap. Penelitian dilaksanakan di MIN 01 dan MIN 10 Bandar Lampung dengan partisipan 15 siswa untuk uji coba terbatas dan 30 siswa untuk uji coba lebih luas, serta melibatkan guru IPAS, ahli materi, dan ahli evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, validasi ahli, angket, serta tes problem solving , kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan termasuk kategori sangat layak, reliabel, menarik, serta praktis digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian, instrumen tes berbasis problem solving ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik sekolah dasar. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas instrumen ini pada skala yang lebih luas, mengintegrasikannya dengan asesmen berbasis digital, serta mengeksplorasi kontribusinya terhadap capaian kompetensi lain seperti kreativitas dan kolaborasi.