Tiara Aprilani Pertiwi
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Program Pendidikan Bahasa Inggris dalam Membangun Kemampuan Komunikatif Siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al Fatih Jambi Milla Tullaili; Aris Munandar; Tiara Aprilani Pertiwi; Widya Cahyati; Deni Hermawan; Dedi Sahputra; Miftahul Jannah; Rika Munawaroh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program pembelajaran bahasa Inggris di SMP Islam Terpadu Al Fatih Jambi menggunakan model evaluasi CIPP yang meliputi komponen Context, Input, Process, dan Product. Pada aspek conteks, kebutuhan penguatan kemampuan berbahasa Inggris menjadi dasar pentingnya program ini, sejalan dengan tuntutan globalisasi dan implementasi kurikulum merdeka yang menekankan kemampuan komunikasi lisan siswa. Analisis input menunjukkan bahwa program telah memiliki visi yang jelas dan didukung perencanaan pembelajaran berbasis pendekatan komunikatif, namun masih terkendala keterbatasan pelatihan guru, minimnya fasilitas teknis seperti media audio-visual, dan belum optimalnya pemetaan kemampuan awal siswa. Pada aspek process, pembelajaran telah dilaksanakan secara interaktif melalui diskusi, permainan bahasa, dan role play yang mencerminkan prinsip Communicative Language Teaching (CLT). Meskipun demikian, faktor psikologis seperti rasa malu, takut salah, serta keterlibatan siswa yang belum merata menjadi hambatan utama dalam efektivitas proses pembelajaran. Hasil product menunjukkan bahwa capaian akademik siswa baru berkembang pada penguasaan kosakata dasar, sementara kemampuan berbicara dan mendengarkan masih rendah. Sebagian siswa mulai menunjukkan perkembangan kepercayaan diri, namun peningkatan tersebut belum merata dan belum mampu menghasilkan kompetensi komunikatif yang optimal. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa program pembelajaran bahasa Inggris berada pada kategori cukup, namun memerlukan penguatan pada aspek pelatihan guru, fasilitas pendukung, strategi motivasional, serta pembiasaan penggunaan bahasa secara berkelanjutan agar mampu mencapai tujuan pembelajaran yang lebih optimal.