Era 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan transformasi teknologi, dapat dan harus memberikan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup, termasuk pendidikan Islam. Realitasnya, ia seperti dua mata koin uang, sisi positif dan negatifnya tidak terelakkan, di antaranya gaya hidup instan. Artikel ini merupakan nalar kritik pendidikan Islam era Society 5.0., dengan mengambil inspirasi dari mie instan sebagai titik pijak sehingga menghasilkan unsur kebaruan. Riset ini adalah library research dengan pendekatan kualitatif, data dihimpun dari literarure, dan kemudian dianalisis content. Hasil penelitian disimpulkan: belajar dari mie instan, ia ibarat dua sisi mata uang yang saling berseberangan, satu sisi digemari namun berefek buruk bagi kesehatan. Era 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan transformasi teknologi, dapat dan harus memberikan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup, penyelesaian permasalahan sosial, dan kesejahteraan manusia, dengan dukungan teknologi. maka pendidikan Islam mesti mengarahkan peserta didik agar mampu dan terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajannya, namun tidak kehilangan esensinya. Implikasi penelitian, pentingnya penguasaan teknologi dalam pendidikan Islam bagi semua komponen pendidikan. Studi ini merekomendasikan, para penggiat dan pemangku kepentingan pendidikan mampu beradaptasi dengan teknologi di era society 5.0 dalam dunia pendidikan Islam.