Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi isu etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menjaga integritas akademik pada pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Meningkatnya penggunaan alat Generative AI (GenAI) seperti ChatGPT, Grammarly, QuillBot, dan Wordtune telah memberikan dampak besar terhadap praktik pembelajaran dan penilaian dalam pendidikan bahasa. Sementara teknologi ini menawarkan manfaat signifikan dalam peningkatan kualitas tulisan, personalisasi pembelajaran, serta penyediaan umpan balik yang cepat, penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan pelanggaran integritas akademik, seperti plagiarisme, ghostwriting, ketergantungan berlebihan, serta penurunan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA untuk menganalisis 10 artikel yang diperoleh melalui basis data Scopus dan Google Scholar. Hasil analisis mengidentifikasi empat tema utama: (1) manfaat pedagogis penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa Inggris; (2) ancaman dan risiko etika terhadap integritas akademik; (3) faktor penyebab penyalahgunaan AI oleh mahasiswa dan pendidik; serta (4) strategi dan kebijakan yang direkomendasikan untuk mempromosikan praktik AI yang etis. Analisis menunjukkan bahwa integritas akademik dalam era AI memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup literasi etika, kebijakan institusional, metode penilaian alternatif, serta regulasi penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi institusi pendidikan, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang pedoman penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam pembelajaran bahasa Inggris.